unnamed

Apa Itu Senyawa Organik Volatil (VOC) dan Bagaimana Filter Karbon DEKATECH Mengatasinya?

Senyawa Organik Volat (VOC) adalah sekelompok senyawa kimia organik berbasis karbon yang mudah menguap pada suhu kamar. VOC dapat ditemukan dalam banyak bahan dan proses industri seperti:

  • Pelapis, cat, dan pernis
  • Perekat dan lem industri
  • Agen pembersih dan disinfektan
  • Rokok kendaraan dan asap, serta emisi industri
  • Bensin dan gas industri

Pelepasan VOC ke dalam atmosfer sering kali dikaitkan dengan bau menyengat dan iritasi saluran pernapasan, dan dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang pada kesehatan seperti kerusakan hati, ginjal, dan sistem saraf pusat. Beberapa VOC bahkan dikategorikan sebagai karsinogenik (penyebab kanker).

Dampak VOC di lingkungan industri

Ada area tertentu dalam proses manufaktur, laboratorium, pengecatan, dan juga di rumah sakit serta industri makanan dan farmasi di mana paparan VOC harus dikontrol dengan ketat. Selain risiko kesehatan bagi pekerja, VOC dapat menyebabkan kontaminasi produk dan mengurangi kualitas produk, kepatuhan regulasi, serta lingkungan dan sanitasi industri.

Peran filter karbon aktif DEKATECH dalam penghilangan VOC

Salah satu metode paling praktis untuk mengontrol VOC di atmosfer adalah dengan menggunakan filter karbon aktif, seperti yang disediakan oleh DEKATECH. Filter karbon aktif DEKATECH bekerja berdasarkan prinsip adsorpsi, yaitu proses di mana suatu zat, dalam hal ini VOC, tertarik dan terikat pada permukaan terbuka karbon.

Kelebihan Filter Karbon Aktif DEKATECH dalam Menangani VOC:

  • Kapasitas Adsorpsi Tinggi
    Karbon aktif DEKATECH memiliki luas permukaan >1000 m²/gram, menjadikannya sangat efektif dalam menyerap berbagai jenis gas dan uap kimia.
  • Menyaring Lebih dari Sekadar Debu
    Tidak seperti filter mekanik biasa, karbon aktif mampu menangkap gas tak terlihat, termasuk formaldehida, toluena, benzena, dan VOC lainnya.
  • Ramah Lingkungan & Aman untuk Industri Sensitif
    Filter karbon DEKATECH telah menggunakan bahan impor bersertifikat halal MUI langsung dari produsen, menjadikannya aman digunakan dalam industri makanan, farmasi, dan fasilitas halal lainnya.
  • Tersedia dalam Berbagai Format
    Cocok digunakan pada sistem HVAC, AHU, air purifier, ruang pengecatan, cleanroom, serta aplikasi ventilasi industri lainnya.

Industri yang Memerlukan Pengendalian VOC:

  • Manufaktur kimia dan cat
  • Industri farmasi dan rumah sakit
  • Industri otomotif (ruang spray booth)
  • Industri makanan dan minuman
  • Laboratorium dan cleanroom
  • Gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan

Senyawa organik volatil (VOC) merupakan ancaman serius bagi kesehatan manusia dan kualitas lingkungan kerja. Penggunaan filter karbon aktif DEKATECH terbukti menjadi solusi efektif dalam menyerap dan mengendalikan emisi VOC secara efisien dan aman. Dengan teknologi adsorpsi unggulan dan sertifikasi halal dari produsen, DEKATECH siap memberikan perlindungan udara bersih untuk berbagai kebutuhan industri Anda.

Tes filter DEKATECH

Perbedaan Filter Leakage Test vs IAQ Audit

Tentang Filter Leakage Test HVAC

Filter Leakage Test HVAC merupakan suatu pengujian yang dilakukan untuk mengukur jumlah udara yang bocor melalui filter dan area sekitar filter seal. Tes ini digunakan untuk menentukan keefektifan filter dalam menghilangkan partikel udara dari udara yang melewatinya.

Leakage Test meliputi pemasangan alat uji ke filter housing dan menciptakan perbedaan tekanan di seluruh filter. Alat uji mengukur jumlah udara yang bocor melalui filter dan area di sekitar filter seal. Jumlah dari kebocoran dinyatakan dalam persentase total aliran udara di seluruh filter.

Leakage Test ini penting dilakukan karena kebocoran kecil saja dapat mengurangi keefektifan filter secara drastis dalam membersihkan partikel-partikel udara. Kebocoran dapat membuat udara yang tidak tersaring ikut masuk ke dalam filter dan otomatis masuk ke dalam ruangan, yang mana dapat mengurangi kualitas udara dan berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan kepada penghuni gedung.

Hasil dari Leakage Test dapat digunakan untuk mengidentifikasi filter-filter yang tidak bekerja secara efektif dan mengidentifikasi filter-filter yang perlu diganti. Filter dengan tingkat kebocoran tinggi dapat disesuaikan atau disegel untuk meningkatkan tingkat keefektifannya dalam membersihkan partikel udara dari udara yang melewati sistem HVAC.

Bagaimana Filter Leakage Test dilakukan?

Filter Leakage Test dilakukan untuk mengukur jumlah udara yang bocor melalui filter dan area sekitar filter seal. Tes ini meliputi pembuatan perbedaan tekanan di seluruh filter dan pengukuran jumlah udara yang bocor melalui filter dan area sekitar filter seal.

Berikut adalah langkah-langkah yang termasuk dalam melakukan Filter Leakage Test

  1. Pilih alat uji yang sesuai: alat uji harus dipilih berdasarkan tipe dan ukuran filter yang akan dites. Alat uji harus bisa menciptakan tekanan yang berbeda di seluruh area filter dan mampu mengukur jumlah udara yang bocor melalui filter dan area sekitar filter seal.
  2. Pasang filter pada alat uji: Filter harus bisa dipasang pada alat ujisesuai dengan instruksi pabrik. Filternya harus tersegel untuk mencegah udara masuk ke dalam filter.
  3. Ukur aliran udara melalui filter: Aliran udara dari filter harus diukur menggunakan flow meter atau alat lain yang sesuai. Laju aliran tersebut harus dicatat.
  4. Buat perbedaan tekanan: perbedaan tekanan di seluruh filter harus dibuat dengan menggunakan blower atau alat lain yang sesuai. Perbedaan tekanan harus dijaga selama durasi tes yang dilakukan.
  5. Ukur kebocoran filter: Jumlah udara yang bocor melalui filter dan area sekitar filter seal harus diukur menggunakan leakage meter (alat pengukur kebocoran) atau alat lain yang sesuai. Jumlah kebocoran harus diungkapkan berdasarkan persentase total laju udara yang melalui filter.
  6. Ulangi tesnya: Tes harus diulangi setidaknya 3 kali untuk memastikan hasilnya telah akurat. Hasil tes tersebut harus dirata-rata untuk menentukan kebocoran filter secara keseluruhan.

Hasil dari Leakage Test tersebut dapat digunakan untuk mengidentifikasi filter-filter yang tidak bekerja secara efektif dan filter-filter yang perlu diganti. Filter-filter dengan tingkat kebocoran yang tinggi dapat disesuaikan atau disegel untuk meningkatkan keefektifannya dalam membersihkan partikel udara dari udara yang melewati sistem HVAC.

Apa saja alat-alat yang digunakan untuk melakukan Leakage Test?

Untuk melakukan Leakage Test pada filter HVAC, terdapat beberapa alat dan perlengkapan yang digunakan untuk mengukur jumlah udara yang bocor melewati filter dan area sekitar filter seal. Berikut adalah beberapa alat yang biasanya digunakan dalam melakukan Leakage Test:

  1. Pengukur kebocoran (Leakage meter): Leakage meter adalah alat khusus yang digunakan untuk mengukur jumlah udara yang bocor melalui filter dan area sekitar filter seal. Alat ini didesain untuk menciptakan perbedaan tekanan pada seluruh filter dan mengukur jumlah udara yang bocor melalui filter dan area sekitar filter seal.
  2. Pengukur laju aliran (flow meter): flow meter digunakan untuk mengukur laju udara di seluruh filter. Alat ini bisa mengukur laju aliran udara yang melewati filter dengan akurat dan alat ini penting untuk menghitung jumlah kebocoran.
  3. Pengukur tekanan (differential pressure gauge): Differential pressure gauge digunakan untuk mengukur tekanan diferensial pada filter. Alat ini mengukur penurunan tekanan pada filter yang mana penting untuk menentukan tingkat kebocoran filter.
  4. Blower: Blower atau kipas angin digunakan untuk menciptakan tekanan diferensial di seluruh filter. Alat ini menciptakan tekanan diferensial diantara sisi hulu dan sisi hilir filter, yang mana berguna untuk mengukur kebocoran filter.
  5. Sealant: Sealant digunakan untuk menutup sisi-sisi filter untuk mencegah udara keluar dari filter. Sealant penting untuk memastikan adanya hasil tes filter yang akurat dan berguna untuk mengidentifikasi adanya kebocoran yang mungkin terjadi pada filter seal.

Alat dan perlengkapan di atas digunakan oleh para ahli untuk melakukan Leakage Test dan mengidentifikasi masalah lain terkait kinerja filter. Hasil dari tes tersebut dapat digunakan untuk menentukan apakah sebuah filter harus diganti atau perlu adanya penyesuaian untuk meningkatkan keefektifannya dalam membersihkan partikel udara dari udara yang menuju sistem HVAC.

Tentang IAQ Audit (Indoor Air Quality atau kualitas udara dalam ruangan)

IAQ Audit adalah evaluasi/penilaian kualitas udara dalam ruangan secara komprehensif (menyeluruh) pada gedung atau fasilitas umum. Berguna untuk mengidentifikasi potensi sumber polusi udara, mengukur tingkat polutan, dan membuat rekomendasi pengukuran yang tepat untuk meningkatkan keseluruhan IAQ.

Selama proses IAQ Audit, seorang ahli yang mumpuni dapat memeriksa sistem HVAC (pemanas, ventilasi, dan AC) pada gedung, mencari sumber polusi udara dalam ruangan, dan mengambil sampel udara untuk mengukur tingkat polutan. Auditor juga bisa meninjau ulang sistem ventilasi dan akses gedung apakah tempat tersebut sudah menyediakan udara bersih untuk penghuni gedung setempat.

Laporan audit pada umumnya meliputi rekomendasi untuk meningkatkan IAQ, seperti meningkatkan ventilasi, mengurangi polusi, dan mengatasi sumber polusi ruangan. Rekomendasi tersebut juga meliputi pengukuran untuk pencegahan pertumbuhan jamur dan berbagai polutan lainnya, seperti menjaga tingkat kelembaban yang sesuai dan mengatasi masalah kelembaban ruangan.

IAQ Audit dapat berguna untuk pemilik gedung, manajer sarana prasarana, dan berbagai pihak lain yang peduli tentang kesehatan dan kondisi para penghuni gedung. Audit tersebut juga dapat membantu mengidentifikasi potensi resiko kesehatan dan memberikan petunjuk tentang bagaimana cara untuk meningkatkan IAQ demi menciptakan lingkungan dalam ruangan yang lebih aman dan sehat.

Bagaimana IAQ Audit dilakukan?

IAQ Audit/Audit kualitas udara dalam ruangan biasanya meliputi langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Pengkajian awal (Initial assessment): Auditor akan melakukan penelusuran gedung dan fasilitas untuk mengidentifikasi sesuatu yang berpotensi menjadi sumber polusi udara, seperti produk pembersih, bahan bangunan, dan peralatan yang dapat menghasilkan polutan. Auditor juga akan meninjau kembali sistem ventilasi gedung dan menilai apakah sistem ventilasi tersebut menyediakan udara bersih yang cukup bagi para penghuni gedung.
  2. Pengambilan sampel (Sampling): Auditor akan mengambil sampel udara untuk mengukur tingkat polutan di area gedung. Kegiatan ini meliputi penggunaan perlengkapan khusus untuk mengukur tingkat polutan seperti, karbon dioksida, karbon monoksida, senyawa organik volatil, dan gas lainnya.
  3. Analisis laboratorium: Sampel udara yang telah dikumpulkan selama proses audit dikirimkan ke laboratorium untuk dianalisis. Laboratorium akan memberikan detail laporan polutan yang terdeteksi dan levelnya.
  4. Laporan dan rekomendasi: Berdasarkan hasil pada pengkajian awal dan sampel udara, auditor akan memberikan laporan secara menyeluruh mengenai kondisi IAQ pada suatu gedung dan fasilitas. Laporan tersebut dapat disertai rekomendasi untuk peningkatan IAQ, seperti meningkatkan ventilasi, mengurangi penggunaan produk berpolusi, dan mengatasi sumber polutan dalam ruangan. Rekomendasi juga bisa berisi tentang langkah-langkah untuk mencegah pertumbuhan jamur dan polutan biologis lainnya, seperti menjaga kelembaban udara yang tepat dan mengatasi masalah kelembaban.
  5. Tindak lanjut: Setelah IAQ Audit selesai, pemilik gedung atau manajer fasilitas dapat menerapkan langkah-langkah yang direkomendasikan untuk meningkatkan IAQ. Audit lanjutan dapat dilakukan kembali untuk memastikan bahwa peningkatan yang terjadi sudah efektif dalam meningkat kualitas udara dalam ruangan.

Alat apa saja yang digunakan untuk melakukan IAQ Audit?

Beberapa jenis alat dan perlengkapan bisa digunakan selama proses IAQ Audit untuk mengukur tingkat polutan dan menilai kondisi lingkungan dalam ruangan tersebut. Beberapa alat yang biasa digunakan, meliputi:

  1. Pengukur kualitas udara (Air Quality Meters): Alat ini merupakan peralatan genggam yang dapat mengukur tingkat berbagai polutan di udara, seperti karbon dioksida, karbon monoksida, dan senyawa volatil organik (VOCs).
  2. Monitor Partikulat (particulate Monitors): Alat ini dapat mengukur jumlah dan ukuran partikel udara, seperti debu, serbuk sari, dan spora jamur yang dapat memengaruhi IAQ.
  3. Pengukur kelembaban dan suhu: Alat ini dapat mengukur suhu dan tingkat kelembaban udara di dalam ruangan yang dapat memengaruhi pertumbuhan jamur dan polutan biologis lainnya.
  4. Perlengkapan sampling VOC: Alat ini dapat mengumpulkan sampel udara yang dikirim ke laboratorium untuk dianalisis untuk mendeteksi adanya bahan kimia dan senyawa berbahaya seperti formaldehida, benzena, dan toluena.
  5. Pengukur karbon dioksida: Alat ini dapat mengukur tingkat karbon dioksida di udara di suatu ruangan, yang dapat menjadi indikator ventilasi yang buruk dan udara yang stagnan.
  6. Kamera pencitraan termal (Thermal imaging camera): Kamera ini bisa mendeteksi perbedaan suhu pada permukaan yang dapat membantu mengidentifikasi area dengan masalah kelembaban yang mungkin memicu pertumbuhan jamur dan berbagai polutan biologis.

Alat dan perlengkapan tersebut dapat digunakan oleh ahli selama proses IAQ Audit untuk mengukur tingkat polutan, mengidentifikasi sumber polusi udara dalam ruangan, dan merekomendasikan langkah-langkah untuk meningkatkan IAQ secara keseluruhan.

Rangkuman

Berikut tabel rangkuman yang membandingkan IAQ Audit dan Leakage Test:

IAQ AuditFilter Leakage Test
TujuanBertujuan untuk mengidentifikasi masalah kualitas udara dalam ruangan, meliputi keberadaan polutan, suhu, kelembaban, dan ventilasi.Untuk menghitung jumlah udara yang bocor pada filter dan area sekitar filter seal.
ProsesPemeriksaan sistem HVAC, bangunan, dan perilaku Penghuni. Pengukuran suhu, kelembaban, dan tingkat polutan.Menciptakan perbedaan tekanan di sekitar filter menggunakan blower, mengukur airflow yang melewati filter, dan mengukur jumlah udara yang bocor pada filter dan area sekitar filter seal
Alat yang digunakanAlat pengukur suhu, kelembaban, dan tingkat polutan. Kamera pencitraan termal. Perlengkapan sampling.Leakage meter (pengukur kebocoran), flow meter (pengukur airflow), differential pressure gauge (pengukur tekanan), blower, sealant.
HasilMengidentifikasi masalah IAQ dan menyarankan solusi untuk peningkatan kualitas udara.Mengidentifikasi kebocoran filter dan menyarankan penyesuaian atau penggantian untuk meningkatkan efektivitas dalam membersihkan partikel udara.
ManfaatBerguna untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah kualitas udara dalam ruangan yang dapat berakibat pada kesehatan dan kondisi penghuni gedung.Berguna untuk memastikan bahwa sistem HVAC efektif dalam membersihkan partikel udara dari udara yang melewati sistem.
Pengujiahli IAQ, teknisi HVAC, insinyur bangunan.teknisi HVAC, produsen filter, penguji laboratorium.
Tabel Perbandingan IAQ Audit dengan Filter Leakage Test

Singkatnya, IAQ Audit digunakan untuk mengidentifikasi masalah kualitas udara dalam ruangan, sedangkan Filter Leakage Test digunakan untuk mengukur jumlah udara yang bocor pada filter dan area sekitar filter seal. Kedua proses tersebut memerlukan alat dan perlengkapan khusus dan dilakukan oleh ahli untuk memastikan hasil yang akurat. Hasil dari IAQ Audit dapat membantu mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah kualitas udara dalam ruangan, sedangkan hasil dari Filter Leakage Test dapat membantu memastikan bahwa sistem HVAC bekerja secara efektif menghilangkan partikel udara dari udara yang melewati sistem.

Pengolahan sampah dengan filter dekatech

Pengelolaan Limbah Filter AHU / HVAC yang Tepat

Pembuangan filter industri AHU (Air Handling Unit) / HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning) yang tepat sangat penting untuk melindungi lingkungan dan menjaga kualitas udara di dalam ruangan tetap terjaga. Filter HVAC didesain untuk membersihkan partikel-partikel udara dan kontaminasi di udara, seperti debu, kotoran, serbuk, dan polutan lainnya. Seiring berjalannya waktu, filter ini akan tersumbat oleh berbagai partikel, yang mengurangi efektivitas filter sehingga memerlukan penggantian.

Cara Menangani Limbah Filter AHU / HVAC

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk memastikan pembuangan limbah filter industri HVAC sudah tepat:

1. Identifikasi Tipe Filter

Sebelum membuang filter HVAC, sangat penting untuk mengidentifikasi tipe filter yang dimiliki terlebih dahulu. Primary filter DEKATECH® dapat diisi ulang sehingga tidak perlu dibuang, sedangkan HEPA tidak direkomendasikan untuk diisi ulang. Masing-masing tipe filter memiliki metode pembuangannya tersendiri, jadi penting untuk mengecek instruksi pabrik atau hubungi pengelola limbah setempat untuk mendapatkan arahan.

2. Lepas Filter dari Mesin

Ketika sudah mengidentifikasi jenis filter yang dimiliki, lepaskan filter dari sistem HVAC. Ikuti buku panduan untuk melepaskan filternya dengan hati-hati. Pakai sarung tangan dan masker untuk melindungi diri dari potensi terkontaminasi.

3. Cek Material Berbahaya

Beberapa filter industri HVAC mungkin berisikan material berbahaya seperti, timbal, asbes dan bahan kimia lain yang memerlukan prosedur pembuangan secara khusus. Cek pada label filter atau instruksi pabrik untuk peringatan bahan-bahan berbahaya.

4. Simpan Filter yang Telah Digunakan

Simpan filter yang telah digunakan ke dalam kantong plastik atau wadah untuk mencegah partikel terlepas keluar. Tandai wadah sesuai dengan jenis filter dan tanggal pencopotan.

5. Buang Limbah Filter

Hubungi pengelola limbah setempat untuk menentukan metode pembuangan yang sesuai untuk filter tersebut. Di beberapa kasus, limbah filter dapat dibuang di tempat sampah biasa, namun beberapa filter memerlukan penanganan atau daur ulang khusus. Jangan pernah membuang filter HVAC ke tempat pembuangan sampah atau membakarnya, karena hal tersebut dapat melepaskan polutan berbahaya ke udara.

6. Ganti Filter

Setelah membuang filter yang telah digunakan, saatnya menggantinya dengan filter yang baru. Ikuti instruksi pabrik untuk memasang filter yang baru dengan hati-hati. Penting untuk mengganti filter HVAC secara teratur agar kualitas udara di dalam ruangan tetap terjaga dan untuk memastikan sistem HVAC bekerja dengan semestinya.

Mengurangi Limbah Filter AHU / HVAC

Terdapat beberapa cara untuk mengurangi sampah filter AHU / HVAC, seperti:

1. Gunakan Filter yang Tepat

Menggunakan tipe filter dan kelas efisiensi yang tepat dapat mengurangi jumlah sampah filter. Filter dengan efisiensi filtrasi yang tinggi dapat menyaring partikel lebih banyak, namun lebih sering memerlukan penggantian. Hubungi tim DEKATECH® untuk mendapatkan rekomendasi tipe filter yang tepat untuk sistem anda.

2. Perawatan Berkala

Perawatan berkala sistem HVAC yang tepat dapat memperpanjang usia penggunaan fitler dan mengurangi frekuensi penggantian. Proses cleaning dan maintenance juga dapat meningkatkan kualitas udara dan efisiensi sistem

3. Gunakan Filter Washable dan Reuseable

Menggunakan material washable dan reuseable dapat mengurangi limbah filter sistem HVAC secara signifikan. Filter-filter ini dapat dibersihkan dan dipakai ulang hingga berkali-kali, sehingga mengurangi kebutuhan penggantian filter. Misalnya Pre-Filter DEKATECH® yang dapat dicuci dan diisi ulang, ada juga Primary Media DEKATECH® yang dapat dicuci. Berikut ini merupakan perbandingan filter washable dan disposable.

4. Pengelolaan yang tepat

Proses pengelolaan filter yang telah terpakai dengan tepat dapat mengurangi dampak lingkungan. Filter sebaiknya dibuang sesuai dengan regulasi dan arahan daerah setempat, termasuk proses daur-ulang dan pembuangan limbah berbahaya.

5. Memonitor kualitas udara

Melakukan monitoring kualitas udara di area kerja dapat mengidentifikasi masalah filter HVAC sebelum menjadi parah. Hal ini dapat mengurangi frekuensi penggantian filter dan meningkatkan efisiensi biaya.

Dampak dari Pengelolaan Limbah Filter AHU / HVAC yang Tidak Tepat

Pengelolaan limbah filter HVAC yang tidak sesuai dapat membawa beberapa efek negatif untuk masyarakat dan lingkungan. Berikut beberapa contohnya:

1. Buruknya Kualitas Udara di Dalam Ruangan

Ketika filter bekas tidak dibuang semestinya, filter tersebut dapat melepaskan polutan atau partikel-partikel ke udara, yang menyebabkan buruknya kualitas udara di dalam ruangan. Buruknya kualitas udara di dalam ruangan dapat mengakibatkan gangguan pernapasan, alergi, sakit kepala, dan gangguan kesehatan lainnya.

2. Terpapar Material Berbahaya

filter HVAC mungkin mengandung material berbahaya seperti, timbal, asbes, dan bahan kimia berbahaya lainnya. Jika tidak dibuang dengan benar, maka material tersebut dapat terlepas ke udara atau pun air, yang akan menyebabkan gangguan kesehatan serius seperti, kanker, penyakit paru-paru, dan penyakit lainnya.

3. Pencemaran Lingkungan

Pembuangan filter HVAC yang tidak semestinya berkontribusi pada pencemaran lingkungan. Sebagai contoh, filter dapat melepaskan polutan berbahaya ke udara atau pun air, yang akan mengakibatka tanah dan sumber air terkontaminasi. Hal ini berbahaya bagi kehidupan satwa liar, ekosistem alam, serta menyebabkan kerusakan lingkungan dalam jangka waktu panjang.

4. Konsekuensi Hukum dan Biaya

Pembuangan filter HVAC yang tidak tepat dapat mengakibatkan konsekuensi hukum dan biaya bagi individu maupun bisnis. Alih-alih mengurangi biaya anda, waste management hvac yang tidak tepat justru dapat meningkatkan biaya secara keseluruhan. Sebagai contoh, pembuangan bahan-bahan berbahaya yang tidak benar dapat dijatuhi hukuman berupa denda, penalti, maupun tindakan hukum.

Pengelolaan limbah filter HVAC yang tepat sangat penting untuk menjaga kualitas udara dalam ruangan tetap terjaga, melindungi lingkungan, dan menghindari konsekuensi hukum dan keuangan. Dengan mengikuti instruksi pabrik dan bekerja sama dengan pengelola limbah setempat, anda dapat memastikan bahwa filter bekas anda telah dibuang dengan aman dan bertanggung jawab.

Kesimpulan

Kesimpulannya, pembuangan filter industri HVAC yang tepat sangat penting untuk melindungi lingkungan dan menjaga kualitas udara di dalam ruangan. Menggunakan filter DEKATECH® dapat memperpanjang usia filter dan menghemat biaya anda. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas dan bekerja sama dengan pengelola limbah setempat, Anda dapat memastikan bahwa filter bekas Anda dibuang dengan aman dan bertanggung jawab.

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Apakah saya dapat membakar filter HVAC yang telah terpakai?

Tidak boleh. Sangat tidak disarankan membakar filter HVAC telah terpakai. Membakar filter dapat melepaskan polutan berbahaya ke udara, yang dapat membahayakan lingkungan dan beresiko pada kesehatan manusia. Filter HVAC mungkin mengandung material seperti fiberglass atau serat sintetis lainnya, yang dapat menghasilkan asap beracun jika dibakar. Terlebih lagi, filter mungkin mengandung material berbahaya seperti timbal, asbes, atau bahan kimia berbahaya lainnya yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius jika dilepaskan di udara.

Alih-alih membakar filter bekas filter HVAC, hubungi pengelola limbah setempat untuk memastikan metode pembuangan yang tepat. Pada beberapa kasus, filter-filter tersebut boleh dibuang di tempat sampah biasa, namun beberapa filter memerlukan penanganan atau daur ulang khusus. Dengan membuang bekas filter dengan tepat, anda berkontribusi dalam menjaga lingkungan dan kualitas udara di dalam ruangan.

2. Apakah DEKATECH® menangani jasa pembuangan limbah?

Saat ini kami belum bisa menangani jasa pembuangan limbah filter AHU/HVAC industri. Hal ini dikarenakan jasa pembuangan limbah memerlukan proses perizinan dan infrastruktur yang memadai.

3. Bagaimana dengan tipe filter lainnya?

Tipe filter yang berbeda memerlukan penanganan limbah yang berbeda pula. Bag filter dust collector, liquid filter bag, filter cloth, dan cartridge tidak memiliki proses penanganan limbah yang sama dengan limbah filter AHU/HVAC. Hal ini akan kami bahas di lain waktu. So, stay tuned 🙂

0E161126-1F66-4116-AE39-1868911C3E48

Perbedaan Pre-Filter Washable vs Disposable (Non-Washable)

Primary Filter / Pre-Filter merupakan salah satu jenis filter yang umum digunakan dalam berbagai macam industri. Performa yang baik dan harga yang ekonomis membuat Pre-Filter menjadi pilihan pengguna dalam sistem pemurnian udara. Karena memiliki performa yang baik dan harga yang ekonomis, Pre-Filter diletakkan pada tahap pertama penyaringan udara dalam sistem AHU. Media Pre-Filter biasanya terbuat dari material serabut polyester yang disusun sedemikian rupa sehingga memiliki tingkat efisiensi yang baik.

Pre-Filter sendiri pada umumnya dibagi menjadi dua jenis yaitu Pre-Filter Washable dan Disposable (dikenal juga dengan sebutan Non-Wahsable). Kedua jenis Pre-Filter ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Berikut ini merupakan perbandingan dari Pre-Filter Disposable dan Pre-Filter Washable:

Perbedaan Pre-Filter Disposable / Non-Washable dengan Pre-Filter Washable

 Disposable / Non-WashableWashable
Frame MaterialDuplex LaminatedAluminium
Media WashableTidakIya
Life Cycle1 kali pemakaian3-5 kali pencucian
Media FilterRelatif ringanRelatif Berat
Mesh SupportTipisTebal
Bisa diisi ulangTidak bisaBisa
Upfront CostLebih murahLebih mahal
MaintenanceLebih mudahLebih sulit
Tabel perbedaan Pre-Filter Disposable / Non-Washable dengan Pre-Filter Washable

Pre-Filter Washable

Bingkai luar / frame dari Pre-Filter Washable terbuat dari aluminium. Material aluminium digunakan karena memiliki ketahanan yang lebih baik ketimbang material duplex. Selain itu material frame aluminium dapat dibongkar-pasang sehingga media filter dapat diganti atau diisi ulang. Pre-filter Disposable memiliki life cycle 3-5 kali penyucian sebelum media filter harus diganti.

Pre-Filter Disposable / Non-Washable

Salah satu kelebihan dari Pre-Filter Disposable adalah maintenance yang lebih mudah. Pre-Filter dengan media disposable memiliki berat yang ringan sehingga dapat mempermudah proses pemasangan. Proses penggantian Pre-Filter Disposable tidak memerlukan tenaga yang banyak. Selain itu media disposable tidak memerlukan proses pencucian maupun penggantian media sehingga filter ini dapat dibuang setelah digunakan. Kelebihan lain dari Pre-Filter Disposable adalah harganya yang lebih murah, sehingga biaya investasi awal dalam system AHU tidak tinggi.

Mana yang lebih baik?

Selain kedua jenis Pre-Filter tersebut terdapat berbagai jenis Pre-Filter yang lain. Tiap jenis Pre-Filter memiliki kelebihannya masing-masing tergantung pada penggunaannya. Terdapat banyak factor yang harus dipertimbangkan dalam menentukan jenis Pre-Filter yang sebaiknya anda gunakan. Untuk itu silahkan konsultasikan kebutuhan anda kepada penyedia filter anda. DEKATECH memiliki tim ahli yang dapat membantu anda dalam menentukan filter apa yang sebaiknya anda gunakan. Anda dapat menghubungi kami untuk mengonsultasikan solusi kebutuhan filter anda.

Infografik : Bagaimana Dekatech dapat Mengurangi Biaya Filter Anda

Infografik Filter Dekatech
Infografik perbandingan biaya produk Filter Dekatech terhadap kompetitor

Produk Filter merupakan bagian kecil dari biaya sistem AHU, sedangkan beban listrik AHU dapat memberikan kontribusi terbesar per tahunnya. Sehingga filter dengan kualitas yang baik dibutuhkan untuk dapat mengurangi biaya yang dikeluarkan. Kami memastikan bahwa filter DEKATECH dengan kualitasnya memiliki service life yang tinggi sehingga mampu mengurangi biaya penggunaan energi anda.

5 Mekanisme penyaringan partikel udara dalam filter ULPA, HEPA, Medium, dan Pre-Filter

Sumber : Wikipedia

HEPA filter terbuat dari material serat fiber yang tersusun secara acak. Material fiber ini umumnya terbuat dari Polypropylene atau Fiberglass dengan diameter 0,5 hingga 2 micron (mikrometer). Material fiber ini membuat jalur-jalur kecil yang mana dilalui udara. Untuk partikel besar, proses penyaringan dapat terjadi seperti saringan dapur. Namun untuk partikel yang lebih kecil, proses penyaringan tidak memiliki mekanisme yang sama, hal ini dikarenakan partikel berukuran kecil tidak memiliki inersia yang cukup untuk dapat terjebak dalam serabut filter.

Tidak seperti ayakan dapur yang mana partikel dengan ukuran lebih kecil selalu dapat melewati lubang, HEPA filter didesain dengan beberapa prinsip agar dapat menangkap partikel dengan rentang ukuran tertentu.

Ini menjelaskan mengapa efisiensi dalam media filter selalu dijelaskan dalam bentuk probabilitas atau persentase kemungkinan. Tidak ada media filter yang memiliki tingkat penyaringan partikel udara hingga 100% karena setiap ukuran partikel memiliki prinsip kerja yang berbeda-beda.

Pada dasarnya terdapat dua jenis partikel dalam proses filtrasi udara: penyaringan partikel padat dan penyaringan partikel gas. Kedua jenis penyaringan partikel tersebut memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk mengurangi konsentrasi polutan udara. Partikel padat memiliki 4+1 prinsip penyaringan yaitu:

  • Pengayakan (Sieving)
  • Masa Inersia (Inertial Mass)
  • Intersepsi (Interception)
  • Difusi (Diffusion)

Sedangkan partikel gas dapat disairng menggunakan proses adsorbsi.

Pengayakan (Sieving)

Pengayakan merupakan mekanisme yang paling umum dalam filter udara. Sistem kerja dari mekanisme pengayakan sangat sederhana, bila partikel lebih besar dari celah media filter maka partikel tersebut akan terperangkap. Biasanya mekanisme ini berlaku pada partikel kroase atau debu berukuran besar (≥ 3-10 micron).

Masa Inersia / Tumbukan (Inertial Mass / Impaction)

Sumber : Wikipedia

Mekanisme Masa Inersia / Tumbukan pada umumnya berlaku bila partikel memiliki masa yang substansial. Sebuah partikel dengan kecepatannya bertumbukan dengan serat filter, partikel berukuran besar tidak mampu menghindari serat filter dengan mengikuti aliran udara sehingga terjebak dalam media filter. Proses penyaringan dengan masa inersia berlaku untuk partikel dengan ukuran sekitar 1 micron.

Intersepsi (Interception)

Sumber : Wikipedia

Cara kerja mekanisme ini yaitu saat sebuah partikel mengikuti aliran udara, serabut filter menarik debu dengan ukuran kecil. Partikel yang tertarik dan menempel pada media filter terjebak dalam serabut sehingga tidak dapat lolos dari tarikan media filter. Proses ini berlaku pada partikel dengan ukuran 0,3 micron.

Difusi (Diffusion)

Sumber : Wikipedia

Partikel dengan ukuran lebih kecil dari 0,3 micron ditangkap dengan prinsip difusi dalam HEPA filter. Prinsip difusi ini mirip dengan fenomena Brownian motion (pedesis) yang mana partikel bergerak secara acak sehingga meningkatkan kemungkinan terjebak dalam serabut filter. Mekanisme difusi disebabkan oleh partikel dalam udara (biasanya berukuran 0,1 micron atau lebih kecil) yang bertumbukan dengan molekul gas sehingga menyebabkan gerakan acak saat mengalir dalam udara.

Adsorbsi

Mekanisme adsorbsi biasanya bekerja untuk filter dengan material karbon. Karbon dalam filter memiliki area permukaan yang sangat luas yang mana berfungsi untuk menyerap molekul-molekul gas dengan prinsip kerja gaya tarik menarik antar partikel. Prinsip ini biasa dikenal dengan gaya Van Der Wall’s yang mirip dengan gravitasi bumi.

Demikian penjelasan dari kami mengenai 4+1 prinsip kerja utama dari media filter. Semoga anda dapat memahami penjelasan dalam artikel kami. Bila anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai cara kerja produk filter DEKATECH, jangan ragu untuk menghubungi tim kami dengan menekan tombol di bawah ini. Terima kasih 🙂

Sumber

503235_shutterstock_304365986_995569_crop

Mengenal Pressure Drop dan Final Resistance dalam Filter Udara HVAC

Semua jenis filter udara seperti Pre-Filter, HEPA, Dust Collector, dan sebagainya menyebabkan perbedaan tekanan udara. Terdapat berbagai macam faktor yang menyebabkan perbedaan tekanan udara. Perbedaan ini disebut dengan Pressure Drop.

Apa yang dimaksud dengan pressure drop?

Dalam konteks filter industri, Pressure Drop merupakan perbedaan tekanan udara pada dua titik yang disebabkan oleh filter. Pressure drop dan efisiensi filter merupakan dua hal yang berbanding lurus, semakin rendah efisiensi filter maka semakin rendah pressure dropnya, sedangkan semakin tinggi efisiensi filter maka semakin tinggi juga pressure dropnya.

Apa yang dimaksud dengan Initial pressure drop?

Initial pressure drop, atau yang sering disebut sebagai initial resistance, merupakan pressure drop yang disebabkan oleh filter baru yang belum pernah dipakai. Initial pressure drop dari setiap filter beragam tergantung dari efisiensi yang dimiliki filter tersebut. Volume udara yang dialirkan juga memengaruhi initial pressure drop dari suatu filter, semakin tinggi volume udaranya maka semakin tinggi juga initial pressure dropnya

Apa yang dimaksud dengan final pressure drop?

Final pressure drop, atau yang sering disebut sebagai final resistance, merupakan pressure drop saat filter sebaiknya diganti. Setelah filter digunakan, partikel debu akan terkumpul secara perlahan dan semakin mempersulit aliran udara untuk mengalir, hal ini menyebabkan meningkatnya pressure drop. Menggunakan filter setelah melewati final pressure drop akan menyebabkan turunnya performa filter dan memaksa blower untuk bekerja lebih keras agar bisa mengalirkan volume udara yang sama. Hal ini dapat meningkatkan resiko dari kerusakan perangkat.

Bagaimana cara mengetahui Initial Pressure Drop dan Final Pressure drop dari suatu filter?

Initial dan final pressure drop dapat ditemukan pada spesifikasi filter. Pre filter, Medium, dan HEPA memiliki pressure drop yang berbeda-beda. Biasanya untuk filter AHU diletakkan pada stiker bagaian samping filter udara, sedangkan untuk tipe filter lainnya tertera dalam spec sheet. Volume udara juga disebutkan pada Initial Pressure Drop tertentu. Berikut ini merupakan tabel pedoman umum dari pressure drop suatu filter:

Kelas Efisiensi FilterFinal Pressure
G2 – G3 Croase Filter100 – 150
G4150 – 200
F5 – F6150 – 250
F7 – F9250 – 400
H10 – H11 / E10 – E11250 – 450
H12 – H14400 – 600
Tabel 1 : Kelas Efisiensi dan Final Pressure yang umum digunakan

Perlu diperhatikan selain kelas efisiensi filter, terdapat berbagai macam faktor yang menentukan Final Pressure dari suatu filter.

Faktor yang memengaruhi initial dan final resistance dari suatu filter udara

  • Efisiensi filter udara
  • Kekuatan dari filter udara
  • Perubahan efisiensi selama penggunaan
  • Volume udara
  • Konsumsi energi
  • Biaya pergantian filter
  • Final Pressure Drop yang umum digunakan dalam filter udara

Kesimpulan

Initial dan final pressure drop merupakan bagian penting dari filter udara. Initial Pressure Drop menjelaskan tekanan udara awal saat filter dipasang, sedangkan Final Pressure Drop menjelaskan tekanan udara saat filter sebaiknya diganti.