POCKET FILTER DEKATECH : Solusi Penyaringan Udara yang Efisien untuk Berbagai Industri

Pocket Filter Dekatech: Solusi Filter Udara Hemat dan Tahan Lama untuk Industri Anda

POCKET FILTER DEKATECH : Solusi Penyaringan Udara yang Efisien untuk Berbagai Industri

Udara kotor di area produksi bikin mesin cepat rusak dan produk gampang terkontaminasi. Salah satu cara paling efektif mengatasi ini adalah memasang Pocket Filter Dekatech pada sistem HVAC atau Air Handling Unit (AHU) di pabrik Anda. 

Filter ini punya bentuk kantong-kantong yang membuat area penyaringannya jauh lebih luas dibanding filter panel biasa, sehingga mampu menahan debu lebih banyak dan bertahan lebih lama sebelum harus diganti.

Di artikel ini, Anda akan memahami cara kerja Pocket Filter, fungsinya, keunggulannya dibanding filter jenis lain, sampai tips memilih grade yang pas untuk kebutuhan industri Anda.

Apa Itu Pocket Filter Dekatech?

Pocket Filter adalah filter udara berbentuk kantong (pocket) yang dipasang bersusun dalam satu rangka. Bentuk kantong ini membuat luas permukaan media penyaring jadi berkali-kali lipat dibanding filter datar dengan ukuran fisik yang sama. Semakin luas media, semakin banyak debu yang bisa ditampung sebelum filter buntu.

Dalam sistem HVAC, posisi Pocket Filter Dekatech biasanya ada setelah pre-filter dan sebelum HEPA filter. Filter ini bertugas menangkap partikel ukuran sedang sampai halus, sehingga beban kerja filter HEPA di belakangnya jadi jauh lebih ringan.

Baca juga: Megatec Pre-Filter / Primary Filter

Fungsi Pocket Filter dalam Sistem HVAC

Menyaring Debu dan Partikel Halus

Fungsi utama Pocket Filter adalah menangkap debu, serbuk, dan partikel halus dari udara sebelum masuk ke ruang produksi. Semakin tinggi grade filternya, semakin kecil partikel yang bisa ditangkap.

Melindungi Filter HEPA

Filter HEPA harganya cukup tinggi dan mudah buntu kalau langsung terkena debu kasar. Dengan Pocket Filter Dekatech dipasang di depan, umur pakai filter HEPA jadi lebih panjang dan biaya penggantian bisa ditekan.

Menjaga Efisiensi Energi HVAC

Filter yang cepat buntu membuat sistem HVAC bekerja lebih berat dan boros listrik. Kapasitas debu Pocket Filter yang besar menjaga aliran udara tetap stabil, sehingga sistem tidak perlu bekerja ekstra.

Baca juga: Terratec EPA/HEPA Filter

Keunggulan Pocket Filter Dekatech Dibanding Filter Panel Biasa

Standar internasional EN779 lama membagi grade filter medium ke dalam kelas F6 sampai F9, sementara standar terbaru ISO16890 kini jadi acuan global untuk mengukur efisiensi filter berdasarkan ukuran partikel PM1, PM2.5, dan PM10. 

Pocket Filter Dekatech tersedia mengikuti kedua standar ini, jadi cocok dipasang di gedung dengan sistem HVAC lama maupun baru.

Grade (EN779)EfisiensiAplikasi Umum
F645%Pre-filter tambahan area umum
F765%Perkantoran, mall, area komersial
F885%Pabrik manufaktur, FMCG
F995%Sebelum HEPA, klinik, rumah sakit

Selain efisiensi yang bisa disesuaikan, Pocket Filter Dekatech juga menawarkan harga lebih ekonomis dibanding filter HEPA karena frekuensi penggantiannya lebih jarang. Ini yang membuat filter jenis ini jadi pilihan pertama untuk area dengan volume udara besar seperti pabrik dan gudang.

Butuh Rekomendasi Filter yang Tepat?

Tim kami siap membantu Anda menemukan solusi filter industri yang sesuai kebutuhan gratis tanpa biaya konsultasi.

Konsultasi Gratis via WhatsApp Lihat Produk Kami

Tips Memilih Pocket Filter yang Tepat untuk Industri Anda

Sebelum membeli, cek dulu tiga hal ini: kapasitas airflow sistem HVAC Anda, tingkat kontaminan di area kerja, dan posisi filter dalam sistem (pre-filter, medium, atau sebelum HEPA). Industri makanan dan farmasi biasanya butuh grade F8-F9, sementara gedung perkantoran cukup F6-F7.

Anda juga bisa mengecek kebutuhan airflow lewat kalkulator konversi yang tersedia gratis, sebelum menentukan ukuran dan jumlah Pocket Filter Dekatech yang dipasang.

Baca juga: Memilih Produk Pocket yang Tepat untuk Kebutuhan Industri Anda dan Kalkulator Konversi Airflow

Kesimpulan

Pocket Filter Dekatech adalah investasi yang masuk akal untuk industri yang butuh udara bersih tanpa biaya perawatan membengkak. 

Dengan kapasitas debu besar, umur pakai panjang, dan pilihan grade sesuai standar EN779 maupun ISO16890, filter ini membantu menjaga kualitas produk sekaligus melindungi peralatan produksi Anda.

FAQ Seputar Pocket Filter Dekatech

1. Berapa lama umur pakai Pocket Filter?
Tergantung tingkat kontaminan udara, umumnya 3-6 bulan sebelum perlu diganti.

2. Apa beda Pocket Filter dan HEPA Filter?
Pocket Filter menangkap partikel sedang hingga halus sebagai penyaring awal, sementara HEPA menangkap partikel super halus hingga 99,995%.

3. Industri apa saja yang cocok pakai Pocket Filter Dekatech?
Manufaktur, FMCG, rumah sakit, gedung komersial, hingga pembangkit listrik.

4. Apakah Pocket Filter Dekatech tersedia ukuran custom?
Tersedia, sesuaikan dengan spesifikasi AHU atau HVAC Anda.

Masih Ragu Memilih Filter yang Tepat?

Hubungi tim DEKATECH untuk konsultasi lebih lanjut, atau pelajari bagaimana filter kami digunakan di berbagai sektor industri.

Hubungi Kontak Kami Aplikasi Filter Dalam Industri
Medium Deep Pleat vs Pocket Filter

Medium Filter Deep Pleat vs Pocket, Siapa yang Lebih Superior?

Dalam sistem HVAC (heating, ventilation, and air conditioning), filter udara adalah salah satu komponen penting untuk menjaga kualitas udara dalam ruangan. Filter udara dapat menangkap partikel-partikel seperti debu, serbuk sari, bulu binatang, dan bakteri yang dapat mempengaruhi kesehatan penghuni ruangan. Dalam memilih filter udara, ada dua jenis filter yang sering digunakan, yaitu medium filter tipe deep pleat dan medium filter tipe pocket atau bag. Medium filter ini memiliki efisiensi mulai dari M5 hingga F9. Dalam artikel ini, kita akan membahas perbandingan kedua jenis filter ini.

KriteriaMedium Filter Deep PleatMedium Filter Pocket
DesainFilter dengan lipatan dalamFilter dengan kantung
Filter area (m²)10 – 122 – 4
Efisiensi PenyaringanTinggi (tergantung efisiensi)Rendah hingga sedang
Pressure Drop (Pa)125 – 28070 – 160
MaintenanceLebih sulitLebih mudah
Umur PakaiUmumnya 3 – 6 bulanUmumnya 1 – 6 bulan
HargaLebih mahalLebih murah
Partikel yang Dapat DitampungLebih banyakLebih sedikit
Kecepatan Aliran Udara*Lebih rendahLebih tinggi
AplikasiLingkungan industriLingkungan industri atau komersial
Tabel perbandingan Medium Filter tipe Deep-Pleat dengan Pocket

*dengan tekanan sama

Desain

Medium filter tipe deep pleat dirancang dengan banyak lipatan atau pleat yang membentuk bentuk zig-zag. Hal ini memberikan area permukaan yang lebih besar dan dapat menangkap partikel-partikel yang lebih kecil. Sementara itu, medium filter tipe pocket atau bag dirancang dengan kantong atau kantung yang berisi serat filter. Kantong atau kantung ini dapat berisi banyak serat filter, sehingga dapat menangkap lebih banyak partikel.

Area Permukaan Filter

Seperti yang disebutkan sebelumnya, medium filter tipe deep pleat memiliki area permukaan yang lebih besar karena banyaknya pleat yang membentuk bentuk zig-zag. Area permukaan yang lebih besar memungkinkan filter untuk menangkap lebih banyak partikel dan partikel yang lebih kecil. Medium filter DEKATECH® ukuran 610x610x292 memiliki 55 lipatan dengan total luas area 12m². Sementara itu, medium filter tipe pocket atau bag memiliki area permukaan yang lebih kecil (1.44-2.88m²) karena hanya terdapat 4 hingga 8 kantong filter untuk ukuran 610x610x600mm. Namun, beberapa jenis filter tipe pocket atau bag dapat dikustomisasi hingga 16 lapisan kantong (5.76m²), sehingga dapat meningkatkan area permukaan filter.

Efisiensi Penyaringan

Karena memiliki area permukaan yang lebih besar, medium filter tipe deep pleat umumnya lebih efektif dalam menangkap partikel-partikel kecil. Namun, efektivitas penyaringan juga tergantung pada jenis serat filter yang digunakan dan kualitas pembuatan filter. Sementara itu, medium filter tipe pocket atau bag dapat menangkap partikel dengan ukuran yang lebih besar, namun mungkin tidak seefektif dalam menangkap partikel-partikel kecil.

Tekanan Udara

Medium filter tipe deep pleat dapat memiliki tekanan udara yang lebih tinggi daripada medium filter tipe pocket atau bag. Tekanan udara yang tinggi dapat mempengaruhi kinerja sistem HVAC dan membutuhkan pengaturan ulang sistem. Sementara itu, medium filter tipe pocket atau bag umumnya memiliki tekanan udara yang lebih rendah, sehingga dapat mengurangi beban pada sistem HVAC dan menghemat energi.

Pemeliharaan dan Biaya

Medium filter tipe deep pleat dan medium filter tipe pocket atau bag sama-sama memerlukan pemeliharaan secara berkala untuk menjaga kualitas penyaringan. Medium filter tipe pocket atau bag mungkin lebih mudah untuk diganti karena kantong atau kantung filter dapat dilepas dari frame filter dan diganti dengan mudah. Sementara itu, medium filter tipe deep pleat dapat memerlukan lebih banyak waktu dan tenaga untuk diganti karena banyaknya pleat filter yang perlu dibuka dan diganti satu per satu. Namun, medium filter tipe deep pleat memiliki umur pakai yang lebih lama daripada medium filter tipe pocket atau bag. Hal ini karena medium filter tipe deep pleat memiliki lebih banyak lipatan filter, sehingga dapat menampung lebih banyak partikel dan tidak perlu diganti secepat medium filter tipe pocket atau bag. Biaya pembelian medium filter tipe deep pleat umumnya lebih tinggi daripada medium filter tipe pocket atau bag.

Aplikasi

Medium filter tipe deep pleat lebih sering digunakan di lingkungan industri atau komersial, di mana kualitas udara yang baik sangat penting. Filter ini sering digunakan di sistem HVAC yang membutuhkan tingkat penyaringan yang tinggi, seperti di rumah sakit atau laboratorium. Sementara itu, medium filter tipe pocket atau bag lebih sering digunakan di lingkungan residensial, seperti di rumah atau apartemen. Filter ini sering digunakan di sistem HVAC dengan tingkat penyaringan yang lebih rendah, seperti sistem HVAC untuk apartemen atau ruang kantor.

Kesimpulan

Dalam memilih medium filter yang tepat untuk sistem HVAC Anda, perlu mempertimbangkan kebutuhan kualitas udara di lingkungan yang akan dihasilkan, penggunaan energi, dan biaya pemeliharaan dan penggantian filter. Dalam beberapa kasus, kombinasi kedua jenis medium filter dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas udara dan mengurangi beban pada sistem HVAC. Sebagai contoh, medium filter tipe deep pleat dapat digunakan sebagai pre-filter untuk menangkap partikel-partikel besar, sedangkan medium filter tipe pocket atau bag dapat digunakan sebagai filter utama untuk menangkap partikel-partikel kecil. Anda juga dapat berdiskusi dengan tim kami untuk mendapatkan rekomendasi terbaik.

IMG20210709142435-2 copy-min

Standar EN779 untuk Medium Filter dalam Industri

Filter udara adalah komponen penting sistem HVAC yang digunakan di Gedung atau rumah. Filter udara membantu menigkatkan kualitas udara dalam ruangan dengan menangkap dan menghilangkan polusi udara, seperti debu, serbuk sari dan asap, dari udara. Standar EN799 adalah standar Eropa yang menentukan karakteristik kinerja filter udara. Pada artikel ini, kita akan mempelajari standar medium filter EN779 dan pentingnya menjaga kebersihan udara dalam ruangan.

Apa itu standar EN779?

Standar EN779 adalah standar Eropa yang menentukan efisiensi filter udara. Pertama kali diperkenalkan pada tahun 1993 dan telah diperbarui beberapa kali untuk mengikuti perkembangan terbaru pada teknologi filter udara. Standar ini berlaku di semua tipe filter udara yang digunakan pada system HVAC, termasuk yang digunakan di perumahan, komersial, dan industry.

Standar EN779 mengklasifikasikan filter udara ke beberapa kategori bedasarkan efisiensinya. Kategori ini ditentukan dari kemampuan filter dalam menangkap partikel dengan ukuran tertentu. Semakin tinggi kategori, semakin efisien filter dalam menangkap partikel yang lebih kecil.

Standar EN779 digunakan secara luas di seluruh Eropa dan sekarang diakui sebagai tolak ukur kinerja filter udara secara global.

Kelas FilterEfisiensi Minimum (Arrestance/Penangkapan)Aplikasi Khusus
F540-60%Perumahan, Komersial, dan industri yang membutuhkan kualitas udara sedang
F660-80%Komersial dan industry yang membutuhkan kualitas udara yang lebih tinggi
F780-90%Rumah sakit, laboratorium, dan aplikasi lainnya yang membutuhkan kualitas udara tinggi
F890-95%Clean room, pabrik elektronik, dan aplikasi lainnya yang membutuhkan kualitas udara sangat tinggi
F995%+Farmasi, microelectronic, dan aplikasi lainnya yang membutuhkan kualitas udara sangat-sangat tinggi

Standar EN799 mengukur efisiensi filter dalam menangkap partikel kasar (yaitu, partikel dengan diameter antara 1 sampai 10 micron). Standar ini tidak memberikan informasi mengenai kemampuan filter untuk menangkap partikel yang lebih kecil, seperti partikel yang menjadi perhatian aplikasi tertentu. Untuk alasan ini, ada standar alternatif seperti ISO16890 yang semakin banyak digunakan untuk memberi lebih banyak informasi yang komprehensif mengenai efisensi filter udara.

Apa itu Medium Filter?

Medium filter adalah jenis filter udara yang termasuk EN779 dengan rentang M5-F9. Filter ini didesain untuk menangkap berbagai macam partikel udara, termasuk serbuk sari, tungau, dan spora jamur. Medium filter biasanya dibuat dengan material sintetik, seperti polyester atau fiberglass, dan tersedia dengan berbagai ukuran agar sesuai dengan berbagai sistem HVAC.

Medium filter biasanya digunakan pada bangunan komersil, seperti perkantoran, sekolah, dan rumah sakit. Biasanya juga digunakan di perindustrian, seperi pabrik dan clean room, yang membutuhkan tingkat kemurnian udara yang tinggi.

Apa pentingnya Standar Medium Filter EN779?

Standar medium filter EN779 sangat penting karena menetapkan syarat minimum efiseinsi filter udara. Hal ini membantu untuk memastikan filter udara yang digunakan pada sistem HVAC dapat menangkap persentase tertentu dari partikel udara.

Standar ini juga membantu untuk meningkatkan konsistensi kinerja filter udara di berbagai produsen dan supplier. Hal ini penting karena memungkinkan pemilik gedung dan manajer fasilitas untuk membandingkan kinerja filter udara yang berbeda dan membuat keputusan filter mana yang akan digunakan di sistem HVAC.

Selain itu, standar medium filter EN779 membantu untuk memastikan filter diuji dengan metode standar. Hal ini memastikan hasil test dapat dipercaya dan dapat digunakan untuk untuk membandingkan kinerja filter secara akurat.

Alternatif

Selain standar EN779, ada beberapa alternatif standar untuk efisiensi filter udara yang biasa digunakan di seluruh dunia. Ini termasuk ASHRAE, ISO16890, dan MERV.

Standar ASHRAE 52.2

Standar ASHRAE 52.2 adalah standar efisiensi filter udara yang digunakan secara luas di Amerika Utara. Standar ini mengukur kemampuan filter udara untuk menghilangkan berbagai ukuran partikel dari udara. Standar ini akan memberikan penilaian MERV pada filter bedasarkan kinerjanya, makin tinggi nilai MERV menunjukkan penangkapan partikel yang makin besar. Seperti standar EN779, standar ASHRAE 52.2 meliputi semua jenis filter udara yang digunakan pada sistem HVAC, termasuk medium filter.

Standar ISO16890

Standar ISO16890 adalah standar terbaru efisiensi filter udara yang dikenalkan pada tahun 2016. Standar ini mengukur kemampuan filter untuk menghilangkan partikel dengan berbagai ukuran, termasuk partikel PM1, PM2.5, dan PM10. Standar ISO16890 mengkategorikan filter udara berdasarkan efisiensinya dalam menangkap partikel, semakin tinggi kategori menandakan semakin tinggi efisiensinya. Tidak seperti EN779 dan ASHRAE, standar ISO16890 tidak memberikan penilaian efisiensi pada filter, melainkan mengkategorikan filter berdasarkan kemampuannya dalam menangkap partikel tertentu.

Sistem Peringkat MERV

Sistem Peringkat MERV (Minimum Efficiency Reporting Value) digunakan di Amerika Serikat untuk mengukur efisiensi dari filter udara. Seperti standar ASHRAE 52.2, Sistem peringkat MERV memberikan peringkat pada filter berdasarkan efisiensi penangkapan partikel. Sistem peringkat MERV berkisar 1 sampai 20, semakin tinggi peringkat menunjukkan semakin besar efisiensi penangkapan partikel. Sistem peringkat MERV ini bukanlah sebuah standar, melainkan sebuah sistem peringkat yang sering digunakan bersamaan dengan standar lain, seperti EN779 dan ISO16890.

Rincian lebih lanjut mengenai standar-standar ini akan kami jelaskan pada artikel berikutnya, please stay tuned 🙂

Kesimpulan

Standar medium filter EN779 merupakan sebuah tolok ukur penting kinerja filter udara. Membantu untuk memastikan filter udara yang digunakan dalam sistem HVAC dapat menangkap persentase tertentu partikel udara, yang penting dalam menjaga kebersihan udara dalam ruangan. Standar ini mempromosikan konsistensi kinerja filter udara di berbagai produsen dan supplier, serta memastikan filter udara diuji dengan metode standar. Dengan mematuhi standar medium filter EN779, pemilik gedung dan manajer fasilitas bisa mengambil keputusan yang tepat mengenai filter udara mana yang akan digunakan dalam sistem HVAC, dan memastikan bahwa filter tersebut menyediakan udara dalam ruangan yang bersih dan sehat bagi penghuninya.

Tes filter DEKATECH

Perbedaan Filter Leakage Test vs IAQ Audit

Tentang Filter Leakage Test HVAC

Filter Leakage Test HVAC merupakan suatu pengujian yang dilakukan untuk mengukur jumlah udara yang bocor melalui filter dan area sekitar filter seal. Tes ini digunakan untuk menentukan keefektifan filter dalam menghilangkan partikel udara dari udara yang melewatinya.

Leakage Test meliputi pemasangan alat uji ke filter housing dan menciptakan perbedaan tekanan di seluruh filter. Alat uji mengukur jumlah udara yang bocor melalui filter dan area di sekitar filter seal. Jumlah dari kebocoran dinyatakan dalam persentase total aliran udara di seluruh filter.

Leakage Test ini penting dilakukan karena kebocoran kecil saja dapat mengurangi keefektifan filter secara drastis dalam membersihkan partikel-partikel udara. Kebocoran dapat membuat udara yang tidak tersaring ikut masuk ke dalam filter dan otomatis masuk ke dalam ruangan, yang mana dapat mengurangi kualitas udara dan berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan kepada penghuni gedung.

Hasil dari Leakage Test dapat digunakan untuk mengidentifikasi filter-filter yang tidak bekerja secara efektif dan mengidentifikasi filter-filter yang perlu diganti. Filter dengan tingkat kebocoran tinggi dapat disesuaikan atau disegel untuk meningkatkan tingkat keefektifannya dalam membersihkan partikel udara dari udara yang melewati sistem HVAC.

Bagaimana Filter Leakage Test dilakukan?

Filter Leakage Test dilakukan untuk mengukur jumlah udara yang bocor melalui filter dan area sekitar filter seal. Tes ini meliputi pembuatan perbedaan tekanan di seluruh filter dan pengukuran jumlah udara yang bocor melalui filter dan area sekitar filter seal.

Berikut adalah langkah-langkah yang termasuk dalam melakukan Filter Leakage Test

  1. Pilih alat uji yang sesuai: alat uji harus dipilih berdasarkan tipe dan ukuran filter yang akan dites. Alat uji harus bisa menciptakan tekanan yang berbeda di seluruh area filter dan mampu mengukur jumlah udara yang bocor melalui filter dan area sekitar filter seal.
  2. Pasang filter pada alat uji: Filter harus bisa dipasang pada alat ujisesuai dengan instruksi pabrik. Filternya harus tersegel untuk mencegah udara masuk ke dalam filter.
  3. Ukur aliran udara melalui filter: Aliran udara dari filter harus diukur menggunakan flow meter atau alat lain yang sesuai. Laju aliran tersebut harus dicatat.
  4. Buat perbedaan tekanan: perbedaan tekanan di seluruh filter harus dibuat dengan menggunakan blower atau alat lain yang sesuai. Perbedaan tekanan harus dijaga selama durasi tes yang dilakukan.
  5. Ukur kebocoran filter: Jumlah udara yang bocor melalui filter dan area sekitar filter seal harus diukur menggunakan leakage meter (alat pengukur kebocoran) atau alat lain yang sesuai. Jumlah kebocoran harus diungkapkan berdasarkan persentase total laju udara yang melalui filter.
  6. Ulangi tesnya: Tes harus diulangi setidaknya 3 kali untuk memastikan hasilnya telah akurat. Hasil tes tersebut harus dirata-rata untuk menentukan kebocoran filter secara keseluruhan.

Hasil dari Leakage Test tersebut dapat digunakan untuk mengidentifikasi filter-filter yang tidak bekerja secara efektif dan filter-filter yang perlu diganti. Filter-filter dengan tingkat kebocoran yang tinggi dapat disesuaikan atau disegel untuk meningkatkan keefektifannya dalam membersihkan partikel udara dari udara yang melewati sistem HVAC.

Apa saja alat-alat yang digunakan untuk melakukan Leakage Test?

Untuk melakukan Leakage Test pada filter HVAC, terdapat beberapa alat dan perlengkapan yang digunakan untuk mengukur jumlah udara yang bocor melewati filter dan area sekitar filter seal. Berikut adalah beberapa alat yang biasanya digunakan dalam melakukan Leakage Test:

  1. Pengukur kebocoran (Leakage meter): Leakage meter adalah alat khusus yang digunakan untuk mengukur jumlah udara yang bocor melalui filter dan area sekitar filter seal. Alat ini didesain untuk menciptakan perbedaan tekanan pada seluruh filter dan mengukur jumlah udara yang bocor melalui filter dan area sekitar filter seal.
  2. Pengukur laju aliran (flow meter): flow meter digunakan untuk mengukur laju udara di seluruh filter. Alat ini bisa mengukur laju aliran udara yang melewati filter dengan akurat dan alat ini penting untuk menghitung jumlah kebocoran.
  3. Pengukur tekanan (differential pressure gauge): Differential pressure gauge digunakan untuk mengukur tekanan diferensial pada filter. Alat ini mengukur penurunan tekanan pada filter yang mana penting untuk menentukan tingkat kebocoran filter.
  4. Blower: Blower atau kipas angin digunakan untuk menciptakan tekanan diferensial di seluruh filter. Alat ini menciptakan tekanan diferensial diantara sisi hulu dan sisi hilir filter, yang mana berguna untuk mengukur kebocoran filter.
  5. Sealant: Sealant digunakan untuk menutup sisi-sisi filter untuk mencegah udara keluar dari filter. Sealant penting untuk memastikan adanya hasil tes filter yang akurat dan berguna untuk mengidentifikasi adanya kebocoran yang mungkin terjadi pada filter seal.

Alat dan perlengkapan di atas digunakan oleh para ahli untuk melakukan Leakage Test dan mengidentifikasi masalah lain terkait kinerja filter. Hasil dari tes tersebut dapat digunakan untuk menentukan apakah sebuah filter harus diganti atau perlu adanya penyesuaian untuk meningkatkan keefektifannya dalam membersihkan partikel udara dari udara yang menuju sistem HVAC.

Tentang IAQ Audit (Indoor Air Quality atau kualitas udara dalam ruangan)

IAQ Audit adalah evaluasi/penilaian kualitas udara dalam ruangan secara komprehensif (menyeluruh) pada gedung atau fasilitas umum. Berguna untuk mengidentifikasi potensi sumber polusi udara, mengukur tingkat polutan, dan membuat rekomendasi pengukuran yang tepat untuk meningkatkan keseluruhan IAQ.

Selama proses IAQ Audit, seorang ahli yang mumpuni dapat memeriksa sistem HVAC (pemanas, ventilasi, dan AC) pada gedung, mencari sumber polusi udara dalam ruangan, dan mengambil sampel udara untuk mengukur tingkat polutan. Auditor juga bisa meninjau ulang sistem ventilasi dan akses gedung apakah tempat tersebut sudah menyediakan udara bersih untuk penghuni gedung setempat.

Laporan audit pada umumnya meliputi rekomendasi untuk meningkatkan IAQ, seperti meningkatkan ventilasi, mengurangi polusi, dan mengatasi sumber polusi ruangan. Rekomendasi tersebut juga meliputi pengukuran untuk pencegahan pertumbuhan jamur dan berbagai polutan lainnya, seperti menjaga tingkat kelembaban yang sesuai dan mengatasi masalah kelembaban ruangan.

IAQ Audit dapat berguna untuk pemilik gedung, manajer sarana prasarana, dan berbagai pihak lain yang peduli tentang kesehatan dan kondisi para penghuni gedung. Audit tersebut juga dapat membantu mengidentifikasi potensi resiko kesehatan dan memberikan petunjuk tentang bagaimana cara untuk meningkatkan IAQ demi menciptakan lingkungan dalam ruangan yang lebih aman dan sehat.

Bagaimana IAQ Audit dilakukan?

IAQ Audit/Audit kualitas udara dalam ruangan biasanya meliputi langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Pengkajian awal (Initial assessment): Auditor akan melakukan penelusuran gedung dan fasilitas untuk mengidentifikasi sesuatu yang berpotensi menjadi sumber polusi udara, seperti produk pembersih, bahan bangunan, dan peralatan yang dapat menghasilkan polutan. Auditor juga akan meninjau kembali sistem ventilasi gedung dan menilai apakah sistem ventilasi tersebut menyediakan udara bersih yang cukup bagi para penghuni gedung.
  2. Pengambilan sampel (Sampling): Auditor akan mengambil sampel udara untuk mengukur tingkat polutan di area gedung. Kegiatan ini meliputi penggunaan perlengkapan khusus untuk mengukur tingkat polutan seperti, karbon dioksida, karbon monoksida, senyawa organik volatil, dan gas lainnya.
  3. Analisis laboratorium: Sampel udara yang telah dikumpulkan selama proses audit dikirimkan ke laboratorium untuk dianalisis. Laboratorium akan memberikan detail laporan polutan yang terdeteksi dan levelnya.
  4. Laporan dan rekomendasi: Berdasarkan hasil pada pengkajian awal dan sampel udara, auditor akan memberikan laporan secara menyeluruh mengenai kondisi IAQ pada suatu gedung dan fasilitas. Laporan tersebut dapat disertai rekomendasi untuk peningkatan IAQ, seperti meningkatkan ventilasi, mengurangi penggunaan produk berpolusi, dan mengatasi sumber polutan dalam ruangan. Rekomendasi juga bisa berisi tentang langkah-langkah untuk mencegah pertumbuhan jamur dan polutan biologis lainnya, seperti menjaga kelembaban udara yang tepat dan mengatasi masalah kelembaban.
  5. Tindak lanjut: Setelah IAQ Audit selesai, pemilik gedung atau manajer fasilitas dapat menerapkan langkah-langkah yang direkomendasikan untuk meningkatkan IAQ. Audit lanjutan dapat dilakukan kembali untuk memastikan bahwa peningkatan yang terjadi sudah efektif dalam meningkat kualitas udara dalam ruangan.

Alat apa saja yang digunakan untuk melakukan IAQ Audit?

Beberapa jenis alat dan perlengkapan bisa digunakan selama proses IAQ Audit untuk mengukur tingkat polutan dan menilai kondisi lingkungan dalam ruangan tersebut. Beberapa alat yang biasa digunakan, meliputi:

  1. Pengukur kualitas udara (Air Quality Meters): Alat ini merupakan peralatan genggam yang dapat mengukur tingkat berbagai polutan di udara, seperti karbon dioksida, karbon monoksida, dan senyawa volatil organik (VOCs).
  2. Monitor Partikulat (particulate Monitors): Alat ini dapat mengukur jumlah dan ukuran partikel udara, seperti debu, serbuk sari, dan spora jamur yang dapat memengaruhi IAQ.
  3. Pengukur kelembaban dan suhu: Alat ini dapat mengukur suhu dan tingkat kelembaban udara di dalam ruangan yang dapat memengaruhi pertumbuhan jamur dan polutan biologis lainnya.
  4. Perlengkapan sampling VOC: Alat ini dapat mengumpulkan sampel udara yang dikirim ke laboratorium untuk dianalisis untuk mendeteksi adanya bahan kimia dan senyawa berbahaya seperti formaldehida, benzena, dan toluena.
  5. Pengukur karbon dioksida: Alat ini dapat mengukur tingkat karbon dioksida di udara di suatu ruangan, yang dapat menjadi indikator ventilasi yang buruk dan udara yang stagnan.
  6. Kamera pencitraan termal (Thermal imaging camera): Kamera ini bisa mendeteksi perbedaan suhu pada permukaan yang dapat membantu mengidentifikasi area dengan masalah kelembaban yang mungkin memicu pertumbuhan jamur dan berbagai polutan biologis.

Alat dan perlengkapan tersebut dapat digunakan oleh ahli selama proses IAQ Audit untuk mengukur tingkat polutan, mengidentifikasi sumber polusi udara dalam ruangan, dan merekomendasikan langkah-langkah untuk meningkatkan IAQ secara keseluruhan.

Rangkuman

Berikut tabel rangkuman yang membandingkan IAQ Audit dan Leakage Test:

IAQ AuditFilter Leakage Test
TujuanBertujuan untuk mengidentifikasi masalah kualitas udara dalam ruangan, meliputi keberadaan polutan, suhu, kelembaban, dan ventilasi.Untuk menghitung jumlah udara yang bocor pada filter dan area sekitar filter seal.
ProsesPemeriksaan sistem HVAC, bangunan, dan perilaku Penghuni. Pengukuran suhu, kelembaban, dan tingkat polutan.Menciptakan perbedaan tekanan di sekitar filter menggunakan blower, mengukur airflow yang melewati filter, dan mengukur jumlah udara yang bocor pada filter dan area sekitar filter seal
Alat yang digunakanAlat pengukur suhu, kelembaban, dan tingkat polutan. Kamera pencitraan termal. Perlengkapan sampling.Leakage meter (pengukur kebocoran), flow meter (pengukur airflow), differential pressure gauge (pengukur tekanan), blower, sealant.
HasilMengidentifikasi masalah IAQ dan menyarankan solusi untuk peningkatan kualitas udara.Mengidentifikasi kebocoran filter dan menyarankan penyesuaian atau penggantian untuk meningkatkan efektivitas dalam membersihkan partikel udara.
ManfaatBerguna untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah kualitas udara dalam ruangan yang dapat berakibat pada kesehatan dan kondisi penghuni gedung.Berguna untuk memastikan bahwa sistem HVAC efektif dalam membersihkan partikel udara dari udara yang melewati sistem.
Pengujiahli IAQ, teknisi HVAC, insinyur bangunan.teknisi HVAC, produsen filter, penguji laboratorium.
Tabel Perbandingan IAQ Audit dengan Filter Leakage Test

Singkatnya, IAQ Audit digunakan untuk mengidentifikasi masalah kualitas udara dalam ruangan, sedangkan Filter Leakage Test digunakan untuk mengukur jumlah udara yang bocor pada filter dan area sekitar filter seal. Kedua proses tersebut memerlukan alat dan perlengkapan khusus dan dilakukan oleh ahli untuk memastikan hasil yang akurat. Hasil dari IAQ Audit dapat membantu mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah kualitas udara dalam ruangan, sedangkan hasil dari Filter Leakage Test dapat membantu memastikan bahwa sistem HVAC bekerja secara efektif menghilangkan partikel udara dari udara yang melewati sistem.

Infografik : Bagaimana Dekatech dapat Mengurangi Biaya Filter Anda

Infografik Filter Dekatech
Infografik perbandingan biaya produk Filter Dekatech terhadap kompetitor

Produk Filter merupakan bagian kecil dari biaya sistem AHU, sedangkan beban listrik AHU dapat memberikan kontribusi terbesar per tahunnya. Sehingga filter dengan kualitas yang baik dibutuhkan untuk dapat mengurangi biaya yang dikeluarkan. Kami memastikan bahwa filter DEKATECH dengan kualitasnya memiliki service life yang tinggi sehingga mampu mengurangi biaya penggunaan energi anda.

5 Mekanisme penyaringan partikel udara dalam filter ULPA, HEPA, Medium, dan Pre-Filter

Sumber : Wikipedia

HEPA filter terbuat dari material serat fiber yang tersusun secara acak. Material fiber ini umumnya terbuat dari Polypropylene atau Fiberglass dengan diameter 0,5 hingga 2 micron (mikrometer). Material fiber ini membuat jalur-jalur kecil yang mana dilalui udara. Untuk partikel besar, proses penyaringan dapat terjadi seperti saringan dapur. Namun untuk partikel yang lebih kecil, proses penyaringan tidak memiliki mekanisme yang sama, hal ini dikarenakan partikel berukuran kecil tidak memiliki inersia yang cukup untuk dapat terjebak dalam serabut filter.

Tidak seperti ayakan dapur yang mana partikel dengan ukuran lebih kecil selalu dapat melewati lubang, HEPA filter didesain dengan beberapa prinsip agar dapat menangkap partikel dengan rentang ukuran tertentu.

Ini menjelaskan mengapa efisiensi dalam media filter selalu dijelaskan dalam bentuk probabilitas atau persentase kemungkinan. Tidak ada media filter yang memiliki tingkat penyaringan partikel udara hingga 100% karena setiap ukuran partikel memiliki prinsip kerja yang berbeda-beda.

Pada dasarnya terdapat dua jenis partikel dalam proses filtrasi udara: penyaringan partikel padat dan penyaringan partikel gas. Kedua jenis penyaringan partikel tersebut memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk mengurangi konsentrasi polutan udara. Partikel padat memiliki 4+1 prinsip penyaringan yaitu:

  • Pengayakan (Sieving)
  • Masa Inersia (Inertial Mass)
  • Intersepsi (Interception)
  • Difusi (Diffusion)

Sedangkan partikel gas dapat disairng menggunakan proses adsorbsi.

Pengayakan (Sieving)

Pengayakan merupakan mekanisme yang paling umum dalam filter udara. Sistem kerja dari mekanisme pengayakan sangat sederhana, bila partikel lebih besar dari celah media filter maka partikel tersebut akan terperangkap. Biasanya mekanisme ini berlaku pada partikel kroase atau debu berukuran besar (≥ 3-10 micron).

Masa Inersia / Tumbukan (Inertial Mass / Impaction)

Sumber : Wikipedia

Mekanisme Masa Inersia / Tumbukan pada umumnya berlaku bila partikel memiliki masa yang substansial. Sebuah partikel dengan kecepatannya bertumbukan dengan serat filter, partikel berukuran besar tidak mampu menghindari serat filter dengan mengikuti aliran udara sehingga terjebak dalam media filter. Proses penyaringan dengan masa inersia berlaku untuk partikel dengan ukuran sekitar 1 micron.

Intersepsi (Interception)

Sumber : Wikipedia

Cara kerja mekanisme ini yaitu saat sebuah partikel mengikuti aliran udara, serabut filter menarik debu dengan ukuran kecil. Partikel yang tertarik dan menempel pada media filter terjebak dalam serabut sehingga tidak dapat lolos dari tarikan media filter. Proses ini berlaku pada partikel dengan ukuran 0,3 micron.

Difusi (Diffusion)

Sumber : Wikipedia

Partikel dengan ukuran lebih kecil dari 0,3 micron ditangkap dengan prinsip difusi dalam HEPA filter. Prinsip difusi ini mirip dengan fenomena Brownian motion (pedesis) yang mana partikel bergerak secara acak sehingga meningkatkan kemungkinan terjebak dalam serabut filter. Mekanisme difusi disebabkan oleh partikel dalam udara (biasanya berukuran 0,1 micron atau lebih kecil) yang bertumbukan dengan molekul gas sehingga menyebabkan gerakan acak saat mengalir dalam udara.

Adsorbsi

Mekanisme adsorbsi biasanya bekerja untuk filter dengan material karbon. Karbon dalam filter memiliki area permukaan yang sangat luas yang mana berfungsi untuk menyerap molekul-molekul gas dengan prinsip kerja gaya tarik menarik antar partikel. Prinsip ini biasa dikenal dengan gaya Van Der Wall’s yang mirip dengan gravitasi bumi.

Demikian penjelasan dari kami mengenai 4+1 prinsip kerja utama dari media filter. Semoga anda dapat memahami penjelasan dalam artikel kami. Bila anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai cara kerja produk filter DEKATECH, jangan ragu untuk menghubungi tim kami dengan menekan tombol di bawah ini. Terima kasih 🙂

Sumber

503235_shutterstock_304365986_995569_crop

Mengenal Pressure Drop dan Final Resistance dalam Filter Udara HVAC

Semua jenis filter udara seperti Pre-Filter, HEPA, Dust Collector, dan sebagainya menyebabkan perbedaan tekanan udara. Terdapat berbagai macam faktor yang menyebabkan perbedaan tekanan udara. Perbedaan ini disebut dengan Pressure Drop.

Apa yang dimaksud dengan pressure drop?

Dalam konteks filter industri, Pressure Drop merupakan perbedaan tekanan udara pada dua titik yang disebabkan oleh filter. Pressure drop dan efisiensi filter merupakan dua hal yang berbanding lurus, semakin rendah efisiensi filter maka semakin rendah pressure dropnya, sedangkan semakin tinggi efisiensi filter maka semakin tinggi juga pressure dropnya.

Apa yang dimaksud dengan Initial pressure drop?

Initial pressure drop, atau yang sering disebut sebagai initial resistance, merupakan pressure drop yang disebabkan oleh filter baru yang belum pernah dipakai. Initial pressure drop dari setiap filter beragam tergantung dari efisiensi yang dimiliki filter tersebut. Volume udara yang dialirkan juga memengaruhi initial pressure drop dari suatu filter, semakin tinggi volume udaranya maka semakin tinggi juga initial pressure dropnya

Apa yang dimaksud dengan final pressure drop?

Final pressure drop, atau yang sering disebut sebagai final resistance, merupakan pressure drop saat filter sebaiknya diganti. Setelah filter digunakan, partikel debu akan terkumpul secara perlahan dan semakin mempersulit aliran udara untuk mengalir, hal ini menyebabkan meningkatnya pressure drop. Menggunakan filter setelah melewati final pressure drop akan menyebabkan turunnya performa filter dan memaksa blower untuk bekerja lebih keras agar bisa mengalirkan volume udara yang sama. Hal ini dapat meningkatkan resiko dari kerusakan perangkat.

Bagaimana cara mengetahui Initial Pressure Drop dan Final Pressure drop dari suatu filter?

Initial dan final pressure drop dapat ditemukan pada spesifikasi filter. Pre filter, Medium, dan HEPA memiliki pressure drop yang berbeda-beda. Biasanya untuk filter AHU diletakkan pada stiker bagaian samping filter udara, sedangkan untuk tipe filter lainnya tertera dalam spec sheet. Volume udara juga disebutkan pada Initial Pressure Drop tertentu. Berikut ini merupakan tabel pedoman umum dari pressure drop suatu filter:

Kelas Efisiensi FilterFinal Pressure
G2 – G3 Croase Filter100 – 150
G4150 – 200
F5 – F6150 – 250
F7 – F9250 – 400
H10 – H11 / E10 – E11250 – 450
H12 – H14400 – 600
Tabel 1 : Kelas Efisiensi dan Final Pressure yang umum digunakan

Perlu diperhatikan selain kelas efisiensi filter, terdapat berbagai macam faktor yang menentukan Final Pressure dari suatu filter.

Faktor yang memengaruhi initial dan final resistance dari suatu filter udara

  • Efisiensi filter udara
  • Kekuatan dari filter udara
  • Perubahan efisiensi selama penggunaan
  • Volume udara
  • Konsumsi energi
  • Biaya pergantian filter
  • Final Pressure Drop yang umum digunakan dalam filter udara

Kesimpulan

Initial dan final pressure drop merupakan bagian penting dari filter udara. Initial Pressure Drop menjelaskan tekanan udara awal saat filter dipasang, sedangkan Final Pressure Drop menjelaskan tekanan udara saat filter sebaiknya diganti.

aktual-vs-nominal

Bagaimana Cara Mengetahui Ukuran Filter AHU yang Tepat

Standar ukuran filter seringkali membingungkan, terutama ketika Anda harus berurusan dengan berbagai macam tipe, efisiensi, dan ukuran. DEKATECH menggunakan ukuran dengan unit inch dan milimeter untuk memudahkan Anda dalam menentukan ukuran filter. Ukuran ini dapat dilihat pada box filter atau pada bagian stiker frame filter. Anda akan melihat setidaknya satu set nomor. Terdapat dua jenis cara pengukuran filter, yaitu nominal size / ukuran nominal dan actual size / ukuran aktual.

Apa yang dimaksud dengan ukuran nominal?

Ukuran nominal merupakan ukuran yang tercetak pada bagian samping filter. Ukuran nominal berbeda dengan ukuran aktual, yang mana nilainya dibulatkan pada satuan inch terdekat. Terdapat ratusan jenis dari ukuran filter dan produsen seringkali membuat perubahan sangat kecil dalam ukuran tersebut. Ukuran nominal ini memastikan bahwa Anda, sebagai pelanggan, dapat bersandar pada ukuran industri standar dan tidak perlu membuat ukuran custom pada setiap jenis filter yang Anda miliki. Hal ini dapat membantu Anda mengurangi biaya dan waktu pembelian filter secara keseluruhan.

Apa yang dimaksud dengan ukuran aktual?

Sesuai dengan namanya, ukuran aktual menjelaskan ukuran sebenarnya dari filter anda. Ukuran ini jauh lebih presisi ketimbang ukuran nominal. Ukuran aktual umumnya dapat menggunakan satuan milimeter atau 1/8 inch.

Sebuah filter standar dengan ukuran nominal 24x24x12 inch dapat memiliki ukuran aktual :

  • 610x610x292mm, atau 
  • 605x605x295mm, atau
  • 595x595x305mm, atau
  • 595x595x287mm, dan lebih dari 10 lainnya.

Tergantung dari jenis filter yang anda gunakan (HEPA, Medium, Pocket, atau Primary), satu ukuran Nominal dapat memiliki hingga 20 turunan ukuran aktual. 

Jadi mana yang harus saya gunakan?

Kecuali untuk beberapa kasus, ukuran nominal merupakan satu-satunya jenis ukuran yang perlu Anda perhatikan saat Anda ingin membeli filter udara. Anda cukup melihat box atau stiker bagian samping untuk mengetahui filter apa yang hendak anda beli. Mencatat ukuran akutal pada setiap filter yang anda gunakan dapat menjadi sangat melelahkan. Selain itu Anda harus melakukan pemesanan secara custom kepada produsen yang mana dapat meningkatkan biaya filter dan waktu pengiriman. Hal ini merupakan alasan kenapa ukuran nominal dibuat.

Silahkan hubungi kami untuk berkonsultasi lebih lanjut mengenai ukuran filter yang Anda butuhkan.