Abu Vulkanik Gunung Meletus dan Dampaknya bagi Industri / Pabrik: Mengapa Sistem Filtrasi Udara Perlu Diperhatikan?
Pocket Filter Dekatech: Solusi Filter Udara Hemat dan Tahan Lama untuk Industri Anda

Udara kotor di area produksi bikin mesin cepat rusak dan produk gampang terkontaminasi. Salah satu cara paling efektif mengatasi ini adalah memasang Pocket Filter Dekatech pada sistem HVAC atau Air Handling Unit (AHU) di pabrik Anda.
Filter ini punya bentuk kantong-kantong yang membuat area penyaringannya jauh lebih luas dibanding filter panel biasa, sehingga mampu menahan debu lebih banyak dan bertahan lebih lama sebelum harus diganti.
Di artikel ini, Anda akan memahami cara kerja Pocket Filter, fungsinya, keunggulannya dibanding filter jenis lain, sampai tips memilih grade yang pas untuk kebutuhan industri Anda.
Apa Itu Pocket Filter Dekatech?
Pocket Filter adalah filter udara berbentuk kantong (pocket) yang dipasang bersusun dalam satu rangka. Bentuk kantong ini membuat luas permukaan media penyaring jadi berkali-kali lipat dibanding filter datar dengan ukuran fisik yang sama. Semakin luas media, semakin banyak debu yang bisa ditampung sebelum filter buntu.
Dalam sistem HVAC, posisi Pocket Filter Dekatech biasanya ada setelah pre-filter dan sebelum HEPA filter. Filter ini bertugas menangkap partikel ukuran sedang sampai halus, sehingga beban kerja filter HEPA di belakangnya jadi jauh lebih ringan.
Baca juga: Megatec Pre-Filter / Primary Filter
Fungsi Pocket Filter dalam Sistem HVAC
Menyaring Debu dan Partikel Halus
Fungsi utama Pocket Filter adalah menangkap debu, serbuk, dan partikel halus dari udara sebelum masuk ke ruang produksi. Semakin tinggi grade filternya, semakin kecil partikel yang bisa ditangkap.
Melindungi Filter HEPA
Filter HEPA harganya cukup tinggi dan mudah buntu kalau langsung terkena debu kasar. Dengan Pocket Filter Dekatech dipasang di depan, umur pakai filter HEPA jadi lebih panjang dan biaya penggantian bisa ditekan.
Menjaga Efisiensi Energi HVAC
Filter yang cepat buntu membuat sistem HVAC bekerja lebih berat dan boros listrik. Kapasitas debu Pocket Filter yang besar menjaga aliran udara tetap stabil, sehingga sistem tidak perlu bekerja ekstra.
Baca juga: Terratec EPA/HEPA Filter
Keunggulan Pocket Filter Dekatech Dibanding Filter Panel Biasa
Standar internasional EN779 lama membagi grade filter medium ke dalam kelas F6 sampai F9, sementara standar terbaru ISO16890 kini jadi acuan global untuk mengukur efisiensi filter berdasarkan ukuran partikel PM1, PM2.5, dan PM10.
Pocket Filter Dekatech tersedia mengikuti kedua standar ini, jadi cocok dipasang di gedung dengan sistem HVAC lama maupun baru.
| Grade (EN779) | Efisiensi | Aplikasi Umum |
|---|---|---|
| F6 | 45% | Pre-filter tambahan area umum |
| F7 | 65% | Perkantoran, mall, area komersial |
| F8 | 85% | Pabrik manufaktur, FMCG |
| F9 | 95% | Sebelum HEPA, klinik, rumah sakit |
Selain efisiensi yang bisa disesuaikan, Pocket Filter Dekatech juga menawarkan harga lebih ekonomis dibanding filter HEPA karena frekuensi penggantiannya lebih jarang. Ini yang membuat filter jenis ini jadi pilihan pertama untuk area dengan volume udara besar seperti pabrik dan gudang.
Butuh Rekomendasi Filter yang Tepat?
Tim kami siap membantu Anda menemukan solusi filter industri yang sesuai kebutuhan gratis tanpa biaya konsultasi.
Konsultasi Gratis via WhatsApp Lihat Produk KamiTips Memilih Pocket Filter yang Tepat untuk Industri Anda
Sebelum membeli, cek dulu tiga hal ini: kapasitas airflow sistem HVAC Anda, tingkat kontaminan di area kerja, dan posisi filter dalam sistem (pre-filter, medium, atau sebelum HEPA). Industri makanan dan farmasi biasanya butuh grade F8-F9, sementara gedung perkantoran cukup F6-F7.
Anda juga bisa mengecek kebutuhan airflow lewat kalkulator konversi yang tersedia gratis, sebelum menentukan ukuran dan jumlah Pocket Filter Dekatech yang dipasang.
Baca juga: Memilih Produk Pocket yang Tepat untuk Kebutuhan Industri Anda dan Kalkulator Konversi Airflow
Kesimpulan
Pocket Filter Dekatech adalah investasi yang masuk akal untuk industri yang butuh udara bersih tanpa biaya perawatan membengkak.
Dengan kapasitas debu besar, umur pakai panjang, dan pilihan grade sesuai standar EN779 maupun ISO16890, filter ini membantu menjaga kualitas produk sekaligus melindungi peralatan produksi Anda.
FAQ Seputar Pocket Filter Dekatech
1. Berapa lama umur pakai Pocket Filter?
Tergantung tingkat kontaminan udara, umumnya 3-6 bulan sebelum perlu diganti.
2. Apa beda Pocket Filter dan HEPA Filter?
Pocket Filter menangkap partikel sedang hingga halus sebagai penyaring awal, sementara HEPA menangkap partikel super halus hingga 99,995%.
3. Industri apa saja yang cocok pakai Pocket Filter Dekatech?
Manufaktur, FMCG, rumah sakit, gedung komersial, hingga pembangkit listrik.
4. Apakah Pocket Filter Dekatech tersedia ukuran custom?
Tersedia, sesuaikan dengan spesifikasi AHU atau HVAC Anda.
Masih Ragu Memilih Filter yang Tepat?
Hubungi tim DEKATECH untuk konsultasi lebih lanjut, atau pelajari bagaimana filter kami digunakan di berbagai sektor industri.
Hubungi Kontak Kami Aplikasi Filter Dalam IndustriKeunggulan DEKATECH Filter Industri: Solusi Filtrasi Terpercaya untuk Bisnis Anda
Dekatech Filter Industri hadir sebagai solusi kebutuhan filtrasi industri dengan berbagai produk dan layanan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor industri.
Aplikasi Hepa Filter High Temperature dalam Berbagai Industri

HEPA filter High Temperature, sering disebut dengan HEPA-HT atau HEPA High Temp, adalah komponen kritis dalam berbagai industri yang memerlukan pengendalian partikel dan kontaminan udara pada suhu tinggi. Filter ini dirancang khusus untuk mengatasi lingkungan dengan temperatur tinggi dan dapat ditemui dalam berbagai aplikasi industri yang berbeda. Artikel ini akan membahas berbagai aplikasi HEPA High Temperature dalam berbagai industri.
1. Industri Farmasi
Industri farmasi memiliki standar ketat terkait kebersihan dan keamanan produk. Selama proses pembuatan obat-obatan, berbagai bahan kimia harus diolah pada suhu tinggi. Hepa filter high temperature digunakan dalam ruang bersih farmasi untuk menghilangkan partikel dan kontaminan udara yang dapat mengkontaminasi produk. Filter ini juga menjaga kualitas udara dalam ruang bersih untuk melindungi pekerja dan produk dari kontaminasi.
2. Industri Makanan dan Minuman
Dalam industri makanan dan minuman, kualitas produk sangat penting. Proses pengolahan makanan sering melibatkan suhu tinggi, seperti saat memasak atau menggoreng. Hepa filter high temperature digunakan untuk menjaga kebersihan lingkungan produksi dan mencegah partikel-partikel kecil yang dapat mengotori produk makanan.
3. Industri Elektronik
Industri semikonduktor memerlukan lingkungan yang sangat bersih dan bebas partikel. Proses manufaktur semikonduktor beroperasi pada suhu tinggi dan menghasilkan banyak partikel mikroskopis yang dapat merusak produk. HEPA High Temperature digunakan dalam cleanroom untuk mengendalikan kontaminasi udara dan menjaga kualitas produksi semikonduktor yang tinggi.
4. Industri Pembangkit listrik dan Energi
Industri energi, terutama pembangkit listrik, sering beroperasi pada suhu tinggi. Peralatan seperti boiler dan penukar panas memerlukan perlindungan dari partikel-partikel yang dapat merusak sistem. Hepa filter high temperature digunakan dalam sistem ventilasi pembangkit listrik untuk menghilangkan partikel debu dan kontaminan udara lainnya.
5. Industri Kimia
Industri kimia seringkali melibatkan reaksi kimia pada suhu tinggi. Selama proses ini, kontaminasi udara dapat merusak produk atau bahkan menjadi bahaya. HEPA High Temperature digunakan untuk menjaga kebersihan udara dalam fasilitas kimia dan melindungi pekerja dari paparan zat berbahaya.
6. Industri Manufaktur Otomotif dan Transportasi
Industri otomotif dan transportasi menggunakan HEPA High Temperature dalam berbagai aplikasi, terutama dalam proses cat dan pengecatan. Suhu tinggi dari oven cat dapat menghasilkan partikel-partikel yang dapat merusak kualitas cat. Filter ini membantu menjaga kualitas cat dan melindungi pekerja dari bahaya partikel-partikel berbahaya.
Kesimpulan
Hepa filter high temperature adalah komponen penting dalam berbagai industri yang memerlukan pengendalian partikel dan kontaminan udara pada suhu tinggi. Dari farmasi hingga penerbangan, filter ini membantu menjaga kebersihan lingkungan produksi, melindungi produk, dan memastikan keselamatan pekerja. Seiring perkembangan teknologi, HEPA-HT terus berperan penting dalam menjaga standar kualitas dan keselamatan dalam berbagai industri.
Perbedaan Filter Leakage Test vs IAQ Audit

Tentang Filter Leakage Test HVAC
Filter Leakage Test HVAC merupakan suatu pengujian yang dilakukan untuk mengukur jumlah udara yang bocor melalui filter dan area sekitar filter seal. Tes ini digunakan untuk menentukan keefektifan filter dalam menghilangkan partikel udara dari udara yang melewatinya.
Leakage Test meliputi pemasangan alat uji ke filter housing dan menciptakan perbedaan tekanan di seluruh filter. Alat uji mengukur jumlah udara yang bocor melalui filter dan area di sekitar filter seal. Jumlah dari kebocoran dinyatakan dalam persentase total aliran udara di seluruh filter.
Leakage Test ini penting dilakukan karena kebocoran kecil saja dapat mengurangi keefektifan filter secara drastis dalam membersihkan partikel-partikel udara. Kebocoran dapat membuat udara yang tidak tersaring ikut masuk ke dalam filter dan otomatis masuk ke dalam ruangan, yang mana dapat mengurangi kualitas udara dan berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan kepada penghuni gedung.
Hasil dari Leakage Test dapat digunakan untuk mengidentifikasi filter-filter yang tidak bekerja secara efektif dan mengidentifikasi filter-filter yang perlu diganti. Filter dengan tingkat kebocoran tinggi dapat disesuaikan atau disegel untuk meningkatkan tingkat keefektifannya dalam membersihkan partikel udara dari udara yang melewati sistem HVAC.
Bagaimana Filter Leakage Test dilakukan?
Filter Leakage Test dilakukan untuk mengukur jumlah udara yang bocor melalui filter dan area sekitar filter seal. Tes ini meliputi pembuatan perbedaan tekanan di seluruh filter dan pengukuran jumlah udara yang bocor melalui filter dan area sekitar filter seal.
Berikut adalah langkah-langkah yang termasuk dalam melakukan Filter Leakage Test
- Pilih alat uji yang sesuai: alat uji harus dipilih berdasarkan tipe dan ukuran filter yang akan dites. Alat uji harus bisa menciptakan tekanan yang berbeda di seluruh area filter dan mampu mengukur jumlah udara yang bocor melalui filter dan area sekitar filter seal.
- Pasang filter pada alat uji: Filter harus bisa dipasang pada alat ujisesuai dengan instruksi pabrik. Filternya harus tersegel untuk mencegah udara masuk ke dalam filter.
- Ukur aliran udara melalui filter: Aliran udara dari filter harus diukur menggunakan flow meter atau alat lain yang sesuai. Laju aliran tersebut harus dicatat.
- Buat perbedaan tekanan: perbedaan tekanan di seluruh filter harus dibuat dengan menggunakan blower atau alat lain yang sesuai. Perbedaan tekanan harus dijaga selama durasi tes yang dilakukan.
- Ukur kebocoran filter: Jumlah udara yang bocor melalui filter dan area sekitar filter seal harus diukur menggunakan leakage meter (alat pengukur kebocoran) atau alat lain yang sesuai. Jumlah kebocoran harus diungkapkan berdasarkan persentase total laju udara yang melalui filter.
- Ulangi tesnya: Tes harus diulangi setidaknya 3 kali untuk memastikan hasilnya telah akurat. Hasil tes tersebut harus dirata-rata untuk menentukan kebocoran filter secara keseluruhan.
Hasil dari Leakage Test tersebut dapat digunakan untuk mengidentifikasi filter-filter yang tidak bekerja secara efektif dan filter-filter yang perlu diganti. Filter-filter dengan tingkat kebocoran yang tinggi dapat disesuaikan atau disegel untuk meningkatkan keefektifannya dalam membersihkan partikel udara dari udara yang melewati sistem HVAC.
Apa saja alat-alat yang digunakan untuk melakukan Leakage Test?

Untuk melakukan Leakage Test pada filter HVAC, terdapat beberapa alat dan perlengkapan yang digunakan untuk mengukur jumlah udara yang bocor melewati filter dan area sekitar filter seal. Berikut adalah beberapa alat yang biasanya digunakan dalam melakukan Leakage Test:
- Pengukur kebocoran (Leakage meter): Leakage meter adalah alat khusus yang digunakan untuk mengukur jumlah udara yang bocor melalui filter dan area sekitar filter seal. Alat ini didesain untuk menciptakan perbedaan tekanan pada seluruh filter dan mengukur jumlah udara yang bocor melalui filter dan area sekitar filter seal.
- Pengukur laju aliran (flow meter): flow meter digunakan untuk mengukur laju udara di seluruh filter. Alat ini bisa mengukur laju aliran udara yang melewati filter dengan akurat dan alat ini penting untuk menghitung jumlah kebocoran.
- Pengukur tekanan (differential pressure gauge): Differential pressure gauge digunakan untuk mengukur tekanan diferensial pada filter. Alat ini mengukur penurunan tekanan pada filter yang mana penting untuk menentukan tingkat kebocoran filter.
- Blower: Blower atau kipas angin digunakan untuk menciptakan tekanan diferensial di seluruh filter. Alat ini menciptakan tekanan diferensial diantara sisi hulu dan sisi hilir filter, yang mana berguna untuk mengukur kebocoran filter.
- Sealant: Sealant digunakan untuk menutup sisi-sisi filter untuk mencegah udara keluar dari filter. Sealant penting untuk memastikan adanya hasil tes filter yang akurat dan berguna untuk mengidentifikasi adanya kebocoran yang mungkin terjadi pada filter seal.
Alat dan perlengkapan di atas digunakan oleh para ahli untuk melakukan Leakage Test dan mengidentifikasi masalah lain terkait kinerja filter. Hasil dari tes tersebut dapat digunakan untuk menentukan apakah sebuah filter harus diganti atau perlu adanya penyesuaian untuk meningkatkan keefektifannya dalam membersihkan partikel udara dari udara yang menuju sistem HVAC.
Tentang IAQ Audit (Indoor Air Quality atau kualitas udara dalam ruangan)

IAQ Audit adalah evaluasi/penilaian kualitas udara dalam ruangan secara komprehensif (menyeluruh) pada gedung atau fasilitas umum. Berguna untuk mengidentifikasi potensi sumber polusi udara, mengukur tingkat polutan, dan membuat rekomendasi pengukuran yang tepat untuk meningkatkan keseluruhan IAQ.
Selama proses IAQ Audit, seorang ahli yang mumpuni dapat memeriksa sistem HVAC (pemanas, ventilasi, dan AC) pada gedung, mencari sumber polusi udara dalam ruangan, dan mengambil sampel udara untuk mengukur tingkat polutan. Auditor juga bisa meninjau ulang sistem ventilasi dan akses gedung apakah tempat tersebut sudah menyediakan udara bersih untuk penghuni gedung setempat.
Laporan audit pada umumnya meliputi rekomendasi untuk meningkatkan IAQ, seperti meningkatkan ventilasi, mengurangi polusi, dan mengatasi sumber polusi ruangan. Rekomendasi tersebut juga meliputi pengukuran untuk pencegahan pertumbuhan jamur dan berbagai polutan lainnya, seperti menjaga tingkat kelembaban yang sesuai dan mengatasi masalah kelembaban ruangan.
IAQ Audit dapat berguna untuk pemilik gedung, manajer sarana prasarana, dan berbagai pihak lain yang peduli tentang kesehatan dan kondisi para penghuni gedung. Audit tersebut juga dapat membantu mengidentifikasi potensi resiko kesehatan dan memberikan petunjuk tentang bagaimana cara untuk meningkatkan IAQ demi menciptakan lingkungan dalam ruangan yang lebih aman dan sehat.
Bagaimana IAQ Audit dilakukan?
IAQ Audit/Audit kualitas udara dalam ruangan biasanya meliputi langkah-langkah sebagai berikut:
- Pengkajian awal (Initial assessment): Auditor akan melakukan penelusuran gedung dan fasilitas untuk mengidentifikasi sesuatu yang berpotensi menjadi sumber polusi udara, seperti produk pembersih, bahan bangunan, dan peralatan yang dapat menghasilkan polutan. Auditor juga akan meninjau kembali sistem ventilasi gedung dan menilai apakah sistem ventilasi tersebut menyediakan udara bersih yang cukup bagi para penghuni gedung.
- Pengambilan sampel (Sampling): Auditor akan mengambil sampel udara untuk mengukur tingkat polutan di area gedung. Kegiatan ini meliputi penggunaan perlengkapan khusus untuk mengukur tingkat polutan seperti, karbon dioksida, karbon monoksida, senyawa organik volatil, dan gas lainnya.
- Analisis laboratorium: Sampel udara yang telah dikumpulkan selama proses audit dikirimkan ke laboratorium untuk dianalisis. Laboratorium akan memberikan detail laporan polutan yang terdeteksi dan levelnya.
- Laporan dan rekomendasi: Berdasarkan hasil pada pengkajian awal dan sampel udara, auditor akan memberikan laporan secara menyeluruh mengenai kondisi IAQ pada suatu gedung dan fasilitas. Laporan tersebut dapat disertai rekomendasi untuk peningkatan IAQ, seperti meningkatkan ventilasi, mengurangi penggunaan produk berpolusi, dan mengatasi sumber polutan dalam ruangan. Rekomendasi juga bisa berisi tentang langkah-langkah untuk mencegah pertumbuhan jamur dan polutan biologis lainnya, seperti menjaga kelembaban udara yang tepat dan mengatasi masalah kelembaban.
- Tindak lanjut: Setelah IAQ Audit selesai, pemilik gedung atau manajer fasilitas dapat menerapkan langkah-langkah yang direkomendasikan untuk meningkatkan IAQ. Audit lanjutan dapat dilakukan kembali untuk memastikan bahwa peningkatan yang terjadi sudah efektif dalam meningkat kualitas udara dalam ruangan.
Alat apa saja yang digunakan untuk melakukan IAQ Audit?
Beberapa jenis alat dan perlengkapan bisa digunakan selama proses IAQ Audit untuk mengukur tingkat polutan dan menilai kondisi lingkungan dalam ruangan tersebut. Beberapa alat yang biasa digunakan, meliputi:
- Pengukur kualitas udara (Air Quality Meters): Alat ini merupakan peralatan genggam yang dapat mengukur tingkat berbagai polutan di udara, seperti karbon dioksida, karbon monoksida, dan senyawa volatil organik (VOCs).
- Monitor Partikulat (particulate Monitors): Alat ini dapat mengukur jumlah dan ukuran partikel udara, seperti debu, serbuk sari, dan spora jamur yang dapat memengaruhi IAQ.
- Pengukur kelembaban dan suhu: Alat ini dapat mengukur suhu dan tingkat kelembaban udara di dalam ruangan yang dapat memengaruhi pertumbuhan jamur dan polutan biologis lainnya.
- Perlengkapan sampling VOC: Alat ini dapat mengumpulkan sampel udara yang dikirim ke laboratorium untuk dianalisis untuk mendeteksi adanya bahan kimia dan senyawa berbahaya seperti formaldehida, benzena, dan toluena.
- Pengukur karbon dioksida: Alat ini dapat mengukur tingkat karbon dioksida di udara di suatu ruangan, yang dapat menjadi indikator ventilasi yang buruk dan udara yang stagnan.
- Kamera pencitraan termal (Thermal imaging camera): Kamera ini bisa mendeteksi perbedaan suhu pada permukaan yang dapat membantu mengidentifikasi area dengan masalah kelembaban yang mungkin memicu pertumbuhan jamur dan berbagai polutan biologis.
Alat dan perlengkapan tersebut dapat digunakan oleh ahli selama proses IAQ Audit untuk mengukur tingkat polutan, mengidentifikasi sumber polusi udara dalam ruangan, dan merekomendasikan langkah-langkah untuk meningkatkan IAQ secara keseluruhan.
Rangkuman
Berikut tabel rangkuman yang membandingkan IAQ Audit dan Leakage Test:
| IAQ Audit | Filter Leakage Test | |
| Tujuan | Bertujuan untuk mengidentifikasi masalah kualitas udara dalam ruangan, meliputi keberadaan polutan, suhu, kelembaban, dan ventilasi. | Untuk menghitung jumlah udara yang bocor pada filter dan area sekitar filter seal. |
| Proses | Pemeriksaan sistem HVAC, bangunan, dan perilaku Penghuni. Pengukuran suhu, kelembaban, dan tingkat polutan. | Menciptakan perbedaan tekanan di sekitar filter menggunakan blower, mengukur airflow yang melewati filter, dan mengukur jumlah udara yang bocor pada filter dan area sekitar filter seal |
| Alat yang digunakan | Alat pengukur suhu, kelembaban, dan tingkat polutan. Kamera pencitraan termal. Perlengkapan sampling. | Leakage meter (pengukur kebocoran), flow meter (pengukur airflow), differential pressure gauge (pengukur tekanan), blower, sealant. |
| Hasil | Mengidentifikasi masalah IAQ dan menyarankan solusi untuk peningkatan kualitas udara. | Mengidentifikasi kebocoran filter dan menyarankan penyesuaian atau penggantian untuk meningkatkan efektivitas dalam membersihkan partikel udara. |
| Manfaat | Berguna untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah kualitas udara dalam ruangan yang dapat berakibat pada kesehatan dan kondisi penghuni gedung. | Berguna untuk memastikan bahwa sistem HVAC efektif dalam membersihkan partikel udara dari udara yang melewati sistem. |
| Penguji | ahli IAQ, teknisi HVAC, insinyur bangunan. | teknisi HVAC, produsen filter, penguji laboratorium. |
Singkatnya, IAQ Audit digunakan untuk mengidentifikasi masalah kualitas udara dalam ruangan, sedangkan Filter Leakage Test digunakan untuk mengukur jumlah udara yang bocor pada filter dan area sekitar filter seal. Kedua proses tersebut memerlukan alat dan perlengkapan khusus dan dilakukan oleh ahli untuk memastikan hasil yang akurat. Hasil dari IAQ Audit dapat membantu mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah kualitas udara dalam ruangan, sedangkan hasil dari Filter Leakage Test dapat membantu memastikan bahwa sistem HVAC bekerja secara efektif menghilangkan partikel udara dari udara yang melewati sistem.
Pengelolaan Limbah Filter AHU / HVAC yang Tepat

Pembuangan filter industri AHU (Air Handling Unit) / HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning) yang tepat sangat penting untuk melindungi lingkungan dan menjaga kualitas udara di dalam ruangan tetap terjaga. Filter HVAC didesain untuk membersihkan partikel-partikel udara dan kontaminasi di udara, seperti debu, kotoran, serbuk, dan polutan lainnya. Seiring berjalannya waktu, filter ini akan tersumbat oleh berbagai partikel, yang mengurangi efektivitas filter sehingga memerlukan penggantian.
Cara Menangani Limbah Filter AHU / HVAC
Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk memastikan pembuangan limbah filter industri HVAC sudah tepat:
1. Identifikasi Tipe Filter
Sebelum membuang filter HVAC, sangat penting untuk mengidentifikasi tipe filter yang dimiliki terlebih dahulu. Primary filter DEKATECH® dapat diisi ulang sehingga tidak perlu dibuang, sedangkan HEPA tidak direkomendasikan untuk diisi ulang. Masing-masing tipe filter memiliki metode pembuangannya tersendiri, jadi penting untuk mengecek instruksi pabrik atau hubungi pengelola limbah setempat untuk mendapatkan arahan.
2. Lepas Filter dari Mesin
Ketika sudah mengidentifikasi jenis filter yang dimiliki, lepaskan filter dari sistem HVAC. Ikuti buku panduan untuk melepaskan filternya dengan hati-hati. Pakai sarung tangan dan masker untuk melindungi diri dari potensi terkontaminasi.
3. Cek Material Berbahaya
Beberapa filter industri HVAC mungkin berisikan material berbahaya seperti, timbal, asbes dan bahan kimia lain yang memerlukan prosedur pembuangan secara khusus. Cek pada label filter atau instruksi pabrik untuk peringatan bahan-bahan berbahaya.
4. Simpan Filter yang Telah Digunakan
Simpan filter yang telah digunakan ke dalam kantong plastik atau wadah untuk mencegah partikel terlepas keluar. Tandai wadah sesuai dengan jenis filter dan tanggal pencopotan.
5. Buang Limbah Filter
Hubungi pengelola limbah setempat untuk menentukan metode pembuangan yang sesuai untuk filter tersebut. Di beberapa kasus, limbah filter dapat dibuang di tempat sampah biasa, namun beberapa filter memerlukan penanganan atau daur ulang khusus. Jangan pernah membuang filter HVAC ke tempat pembuangan sampah atau membakarnya, karena hal tersebut dapat melepaskan polutan berbahaya ke udara.
6. Ganti Filter
Setelah membuang filter yang telah digunakan, saatnya menggantinya dengan filter yang baru. Ikuti instruksi pabrik untuk memasang filter yang baru dengan hati-hati. Penting untuk mengganti filter HVAC secara teratur agar kualitas udara di dalam ruangan tetap terjaga dan untuk memastikan sistem HVAC bekerja dengan semestinya.
Mengurangi Limbah Filter AHU / HVAC
Terdapat beberapa cara untuk mengurangi sampah filter AHU / HVAC, seperti:
1. Gunakan Filter yang Tepat
Menggunakan tipe filter dan kelas efisiensi yang tepat dapat mengurangi jumlah sampah filter. Filter dengan efisiensi filtrasi yang tinggi dapat menyaring partikel lebih banyak, namun lebih sering memerlukan penggantian. Hubungi tim DEKATECH® untuk mendapatkan rekomendasi tipe filter yang tepat untuk sistem anda.
2. Perawatan Berkala
Perawatan berkala sistem HVAC yang tepat dapat memperpanjang usia penggunaan fitler dan mengurangi frekuensi penggantian. Proses cleaning dan maintenance juga dapat meningkatkan kualitas udara dan efisiensi sistem
3. Gunakan Filter Washable dan Reuseable
Menggunakan material washable dan reuseable dapat mengurangi limbah filter sistem HVAC secara signifikan. Filter-filter ini dapat dibersihkan dan dipakai ulang hingga berkali-kali, sehingga mengurangi kebutuhan penggantian filter. Misalnya Pre-Filter DEKATECH® yang dapat dicuci dan diisi ulang, ada juga Primary Media DEKATECH® yang dapat dicuci. Berikut ini merupakan perbandingan filter washable dan disposable.
4. Pengelolaan yang tepat
Proses pengelolaan filter yang telah terpakai dengan tepat dapat mengurangi dampak lingkungan. Filter sebaiknya dibuang sesuai dengan regulasi dan arahan daerah setempat, termasuk proses daur-ulang dan pembuangan limbah berbahaya.
5. Memonitor kualitas udara
Melakukan monitoring kualitas udara di area kerja dapat mengidentifikasi masalah filter HVAC sebelum menjadi parah. Hal ini dapat mengurangi frekuensi penggantian filter dan meningkatkan efisiensi biaya.
Dampak dari Pengelolaan Limbah Filter AHU / HVAC yang Tidak Tepat
Pengelolaan limbah filter HVAC yang tidak sesuai dapat membawa beberapa efek negatif untuk masyarakat dan lingkungan. Berikut beberapa contohnya:
1. Buruknya Kualitas Udara di Dalam Ruangan
Ketika filter bekas tidak dibuang semestinya, filter tersebut dapat melepaskan polutan atau partikel-partikel ke udara, yang menyebabkan buruknya kualitas udara di dalam ruangan. Buruknya kualitas udara di dalam ruangan dapat mengakibatkan gangguan pernapasan, alergi, sakit kepala, dan gangguan kesehatan lainnya.
2. Terpapar Material Berbahaya
filter HVAC mungkin mengandung material berbahaya seperti, timbal, asbes, dan bahan kimia berbahaya lainnya. Jika tidak dibuang dengan benar, maka material tersebut dapat terlepas ke udara atau pun air, yang akan menyebabkan gangguan kesehatan serius seperti, kanker, penyakit paru-paru, dan penyakit lainnya.
3. Pencemaran Lingkungan
Pembuangan filter HVAC yang tidak semestinya berkontribusi pada pencemaran lingkungan. Sebagai contoh, filter dapat melepaskan polutan berbahaya ke udara atau pun air, yang akan mengakibatka tanah dan sumber air terkontaminasi. Hal ini berbahaya bagi kehidupan satwa liar, ekosistem alam, serta menyebabkan kerusakan lingkungan dalam jangka waktu panjang.
4. Konsekuensi Hukum dan Biaya
Pembuangan filter HVAC yang tidak tepat dapat mengakibatkan konsekuensi hukum dan biaya bagi individu maupun bisnis. Alih-alih mengurangi biaya anda, waste management hvac yang tidak tepat justru dapat meningkatkan biaya secara keseluruhan. Sebagai contoh, pembuangan bahan-bahan berbahaya yang tidak benar dapat dijatuhi hukuman berupa denda, penalti, maupun tindakan hukum.
Pengelolaan limbah filter HVAC yang tepat sangat penting untuk menjaga kualitas udara dalam ruangan tetap terjaga, melindungi lingkungan, dan menghindari konsekuensi hukum dan keuangan. Dengan mengikuti instruksi pabrik dan bekerja sama dengan pengelola limbah setempat, anda dapat memastikan bahwa filter bekas anda telah dibuang dengan aman dan bertanggung jawab.
Kesimpulan
Kesimpulannya, pembuangan filter industri HVAC yang tepat sangat penting untuk melindungi lingkungan dan menjaga kualitas udara di dalam ruangan. Menggunakan filter DEKATECH® dapat memperpanjang usia filter dan menghemat biaya anda. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas dan bekerja sama dengan pengelola limbah setempat, Anda dapat memastikan bahwa filter bekas Anda dibuang dengan aman dan bertanggung jawab.
FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Apakah saya dapat membakar filter HVAC yang telah terpakai?
Tidak boleh. Sangat tidak disarankan membakar filter HVAC telah terpakai. Membakar filter dapat melepaskan polutan berbahaya ke udara, yang dapat membahayakan lingkungan dan beresiko pada kesehatan manusia. Filter HVAC mungkin mengandung material seperti fiberglass atau serat sintetis lainnya, yang dapat menghasilkan asap beracun jika dibakar. Terlebih lagi, filter mungkin mengandung material berbahaya seperti timbal, asbes, atau bahan kimia berbahaya lainnya yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius jika dilepaskan di udara.
Alih-alih membakar filter bekas filter HVAC, hubungi pengelola limbah setempat untuk memastikan metode pembuangan yang tepat. Pada beberapa kasus, filter-filter tersebut boleh dibuang di tempat sampah biasa, namun beberapa filter memerlukan penanganan atau daur ulang khusus. Dengan membuang bekas filter dengan tepat, anda berkontribusi dalam menjaga lingkungan dan kualitas udara di dalam ruangan.
2. Apakah DEKATECH® menangani jasa pembuangan limbah?
Saat ini kami belum bisa menangani jasa pembuangan limbah filter AHU/HVAC industri. Hal ini dikarenakan jasa pembuangan limbah memerlukan proses perizinan dan infrastruktur yang memadai.
3. Bagaimana dengan tipe filter lainnya?
Tipe filter yang berbeda memerlukan penanganan limbah yang berbeda pula. Bag filter dust collector, liquid filter bag, filter cloth, dan cartridge tidak memiliki proses penanganan limbah yang sama dengan limbah filter AHU/HVAC. Hal ini akan kami bahas di lain waktu. So, stay tuned 🙂
HEPA vs ULPA Filter, Mana yang Lebih Baik?

Filter dalam sistem AHU (Air Handling Unit) memiliki peran penting dalam menyaring partikel yang terdapat di udara. Terdapat banyak jenis Filter yang terdapat dalam sistem AHU seperti Primary Filter, Pocket Filter, Medium Filter, Spunbound Filter, HEPA Filter, dan ULPA Filter. Selain itu tiap jenis filter masih memiliki varian tipe yang memiliki fungsi berbeda pula.
Banyaknya tipe filter seringkali membuat pengguna dihadapkan pada kebingungan dalam menentukan filter apa yang harus digunakan. Pemilihan filter yang kurang tepat dapat menyebabkan hasil yang tidak sesuai dengan keinginan pengguna. Salah satu permasalahan yang sering dihadapi adalah menentukan penggunaan HEPA Filter dan ULPA Filter dalam sistem cleanroom.
Persamaan HEPA dan ULPA Filter
HEPA Filter memiliki kepanjangan High Efficiency Particulate Air Filter, sedangkan ULPA Filter merupakan singkatan dari Ultra Low Particulate Air Filter. Berikut ini merupakan kesamaan yang terdapat dalam HEPA Filter dan ULPA Filter.
- Fungsi. HEPA Filter dan ULPA Filter memiliki fungsi yang sama, yaitu menyaring partikel padat yang terdapat dalam udara.
- Material Konstruksi. Stainless steel dan aluminium merupakan material konstruksi yang umum digunakan dalam filter HEPA dan ULPA.
- Media Penyaringan. HEPA Filter dan ULPA Filter juga sama-sama memiliki media penyaringan terbuat dari serabut halus yang didesain khusus untuk menyaring partikel berukuran mikro.
- Mekanisme Kerja. Mekanisme kerja dari kedua filter memiliki kesamaan dalam metode penyaringan yaitu: difusi, intersepsi, dan tumbukan inersia.
Walau kedua filter ini memiliki banyak kesamaan, HEPA dan ULPA Filter memiliki perbedaan fundamental yang menentukan filter mana yang sebaiknya anda gunakan.
Perbedaan HEPA vs ULPA Filter
HEPA Filter dan ULPA Filter memiliki beberapa perbedaan. Berikut ini merupakan tabel perbedaan dari HEPA filter dan ULPA Filter.
| HEPA FILTER | ULPA FILTER |
| Efisiensi penyaringan hingga 99,999% (H14) | Efisiensi penyaringan hingga 99.999999% (U17) |
| Menyaring partikel berukuran 0,3 micron (µm) atau lebih besar | Menyaring partikel berukuran 0,12 micron (µm) atau lebih besar |
| Memiliki airflow yang lebih tinggi karena media penyaringan yang lebih renggang (~20-50%) | Memiliki airflow yang lebih rendah karena media penyaringan yang lebih padat (~20-50%) |
| Membutuhkan daya yang lebih rendah | Membutuhkan daya yang lebih tinggi |
| Harga lebih murah | Harga lebih mahal |
| Diletakkan setelah Medium Filter | Diletakkan setelah HEPA Filter |
| Usia penggunaan relatif lebih panjang | Usia penggunaan relatif lebih pendek |
Perbedaan utama dalam produk HEPA Filter dan ULPA Filter adalah tingkat efisiensi penyaringan partikel di udara, kelas efisiensi tertinggi dari HEPA filter adalah H13 (99.999%), sedangkan ULPA filter memiliki kelas efisiensi hingga U17 (99.999999%). Namun, walau ULPA filter lebih tinggi dalam hal penyaringan, ULPA kurang efektif bila digunakan dalam ruangan umum yang memiliki partikel berukuran besar. Hal ini membuat ULPA Filter lebih cocok digunakan pada ruangan yang membutuhkan tingkat kebersihan udara yang tinggi seperti industri Semikonduktor, Farmasi, Biomedis, serta beberapa industri makanan dan minuman.
Aplikasi HEPA dan ULPA Filter
Sebagaimana yang dijelaskan pada topik di atas, HEPA dan ULPA Filter memiliki fungsi penting dalam menyaring partikel halus seperti virus, alergen, dan kontaminan dalam penerapan berbagai industri. Penggunaan HEPA dan ULPA Filter dapat dikombinasikan sebagaimana ilustrasi gambar di bawah ini.

HEPA filter menyaring partikel udara yang lolos dari medium filter dengan rentang ukuran 0,3-1micron. Filter ini dapat digunakan pada beberapa industri yang memiliki toleransi partikel udara yang lebih besar seperti rumah sakit, makanan dan minuman, kimia, farmasi umum, server, dan lain sebagainya. HEPA filter dapat dipasang tanpa menggunakan ULPA filter.
Beberapa industri yang membutuhkan tingkat kebersihan udara yang tinggi mengombinasikan penggunaan HEPA dan ULPA Filter dalam satu sistem. Sistem ini meningkatkan kebersihan udara pada ruangan dan dapat memperpanjang umur penggunaan ULPA Filter. Umumnya ULPA digunakan dalam industri yang sensitif terhadap partikel di udara seperti semikonduktor, laboratorium. ULPA filter didesain untuk menyaring partikel udara yang lolos dari HEPA Filter, sehingga ULPA biasanya dipasang setelah HEPA filter.
Kesimpulan
Dalam penjabaran artikel diatas dapat disimpulkan bahwa HEPA filter dapat dipasangkan tanpa ULPA filter, sedangkan ULPA filter harus dipasangkan bersama dengan HEPA filter.
Bila anda masih memiliki pertanyaan dalam menentukan penggunaan HEPA dan ULPA Filter, silahkan hubungi kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap serta mendapatkan penawaran HEPA dan ULPA filter dengan harga terbaik.
Infografik : Bagaimana Dekatech dapat Mengurangi Biaya Filter Anda

Produk Filter merupakan bagian kecil dari biaya sistem AHU, sedangkan beban listrik AHU dapat memberikan kontribusi terbesar per tahunnya. Sehingga filter dengan kualitas yang baik dibutuhkan untuk dapat mengurangi biaya yang dikeluarkan. Kami memastikan bahwa filter DEKATECH dengan kualitasnya memiliki service life yang tinggi sehingga mampu mengurangi biaya penggunaan energi anda.
5 Mekanisme penyaringan partikel udara dalam filter ULPA, HEPA, Medium, dan Pre-Filter

HEPA filter terbuat dari material serat fiber yang tersusun secara acak. Material fiber ini umumnya terbuat dari Polypropylene atau Fiberglass dengan diameter 0,5 hingga 2 micron (mikrometer). Material fiber ini membuat jalur-jalur kecil yang mana dilalui udara. Untuk partikel besar, proses penyaringan dapat terjadi seperti saringan dapur. Namun untuk partikel yang lebih kecil, proses penyaringan tidak memiliki mekanisme yang sama, hal ini dikarenakan partikel berukuran kecil tidak memiliki inersia yang cukup untuk dapat terjebak dalam serabut filter.
Tidak seperti ayakan dapur yang mana partikel dengan ukuran lebih kecil selalu dapat melewati lubang, HEPA filter didesain dengan beberapa prinsip agar dapat menangkap partikel dengan rentang ukuran tertentu.
Ini menjelaskan mengapa efisiensi dalam media filter selalu dijelaskan dalam bentuk probabilitas atau persentase kemungkinan. Tidak ada media filter yang memiliki tingkat penyaringan partikel udara hingga 100% karena setiap ukuran partikel memiliki prinsip kerja yang berbeda-beda.
Pada dasarnya terdapat dua jenis partikel dalam proses filtrasi udara: penyaringan partikel padat dan penyaringan partikel gas. Kedua jenis penyaringan partikel tersebut memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk mengurangi konsentrasi polutan udara. Partikel padat memiliki 4+1 prinsip penyaringan yaitu:
- Pengayakan (Sieving)
- Masa Inersia (Inertial Mass)
- Intersepsi (Interception)
- Difusi (Diffusion)
Sedangkan partikel gas dapat disairng menggunakan proses adsorbsi.
Pengayakan (Sieving)
Pengayakan merupakan mekanisme yang paling umum dalam filter udara. Sistem kerja dari mekanisme pengayakan sangat sederhana, bila partikel lebih besar dari celah media filter maka partikel tersebut akan terperangkap. Biasanya mekanisme ini berlaku pada partikel kroase atau debu berukuran besar (≥ 3-10 micron).
Masa Inersia / Tumbukan (Inertial Mass / Impaction)

Mekanisme Masa Inersia / Tumbukan pada umumnya berlaku bila partikel memiliki masa yang substansial. Sebuah partikel dengan kecepatannya bertumbukan dengan serat filter, partikel berukuran besar tidak mampu menghindari serat filter dengan mengikuti aliran udara sehingga terjebak dalam media filter. Proses penyaringan dengan masa inersia berlaku untuk partikel dengan ukuran sekitar 1 micron.
Intersepsi (Interception)

Cara kerja mekanisme ini yaitu saat sebuah partikel mengikuti aliran udara, serabut filter menarik debu dengan ukuran kecil. Partikel yang tertarik dan menempel pada media filter terjebak dalam serabut sehingga tidak dapat lolos dari tarikan media filter. Proses ini berlaku pada partikel dengan ukuran 0,3 micron.
Difusi (Diffusion)

Partikel dengan ukuran lebih kecil dari 0,3 micron ditangkap dengan prinsip difusi dalam HEPA filter. Prinsip difusi ini mirip dengan fenomena Brownian motion (pedesis) yang mana partikel bergerak secara acak sehingga meningkatkan kemungkinan terjebak dalam serabut filter. Mekanisme difusi disebabkan oleh partikel dalam udara (biasanya berukuran 0,1 micron atau lebih kecil) yang bertumbukan dengan molekul gas sehingga menyebabkan gerakan acak saat mengalir dalam udara.
Adsorbsi
Mekanisme adsorbsi biasanya bekerja untuk filter dengan material karbon. Karbon dalam filter memiliki area permukaan yang sangat luas yang mana berfungsi untuk menyerap molekul-molekul gas dengan prinsip kerja gaya tarik menarik antar partikel. Prinsip ini biasa dikenal dengan gaya Van Der Wall’s yang mirip dengan gravitasi bumi.
Demikian penjelasan dari kami mengenai 4+1 prinsip kerja utama dari media filter. Semoga anda dapat memahami penjelasan dalam artikel kami. Bila anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai cara kerja produk filter DEKATECH, jangan ragu untuk menghubungi tim kami dengan menekan tombol di bawah ini. Terima kasih 🙂
Mengenal Pressure Drop dan Final Resistance dalam Filter Udara HVAC

Semua jenis filter udara seperti Pre-Filter, HEPA, Dust Collector, dan sebagainya menyebabkan perbedaan tekanan udara. Terdapat berbagai macam faktor yang menyebabkan perbedaan tekanan udara. Perbedaan ini disebut dengan Pressure Drop.
Apa yang dimaksud dengan pressure drop?
Dalam konteks filter industri, Pressure Drop merupakan perbedaan tekanan udara pada dua titik yang disebabkan oleh filter. Pressure drop dan efisiensi filter merupakan dua hal yang berbanding lurus, semakin rendah efisiensi filter maka semakin rendah pressure dropnya, sedangkan semakin tinggi efisiensi filter maka semakin tinggi juga pressure dropnya.
Apa yang dimaksud dengan Initial pressure drop?
Initial pressure drop, atau yang sering disebut sebagai initial resistance, merupakan pressure drop yang disebabkan oleh filter baru yang belum pernah dipakai. Initial pressure drop dari setiap filter beragam tergantung dari efisiensi yang dimiliki filter tersebut. Volume udara yang dialirkan juga memengaruhi initial pressure drop dari suatu filter, semakin tinggi volume udaranya maka semakin tinggi juga initial pressure dropnya
Apa yang dimaksud dengan final pressure drop?
Final pressure drop, atau yang sering disebut sebagai final resistance, merupakan pressure drop saat filter sebaiknya diganti. Setelah filter digunakan, partikel debu akan terkumpul secara perlahan dan semakin mempersulit aliran udara untuk mengalir, hal ini menyebabkan meningkatnya pressure drop. Menggunakan filter setelah melewati final pressure drop akan menyebabkan turunnya performa filter dan memaksa blower untuk bekerja lebih keras agar bisa mengalirkan volume udara yang sama. Hal ini dapat meningkatkan resiko dari kerusakan perangkat.
Bagaimana cara mengetahui Initial Pressure Drop dan Final Pressure drop dari suatu filter?
Initial dan final pressure drop dapat ditemukan pada spesifikasi filter. Pre filter, Medium, dan HEPA memiliki pressure drop yang berbeda-beda. Biasanya untuk filter AHU diletakkan pada stiker bagaian samping filter udara, sedangkan untuk tipe filter lainnya tertera dalam spec sheet. Volume udara juga disebutkan pada Initial Pressure Drop tertentu. Berikut ini merupakan tabel pedoman umum dari pressure drop suatu filter:
| Kelas Efisiensi Filter | Final Pressure |
| G2 – G3 Croase Filter | 100 – 150 |
| G4 | 150 – 200 |
| F5 – F6 | 150 – 250 |
| F7 – F9 | 250 – 400 |
| H10 – H11 / E10 – E11 | 250 – 450 |
| H12 – H14 | 400 – 600 |
Perlu diperhatikan selain kelas efisiensi filter, terdapat berbagai macam faktor yang menentukan Final Pressure dari suatu filter.
Faktor yang memengaruhi initial dan final resistance dari suatu filter udara
- Efisiensi filter udara
- Kekuatan dari filter udara
- Perubahan efisiensi selama penggunaan
- Volume udara
- Konsumsi energi
- Biaya pergantian filter
- Final Pressure Drop yang umum digunakan dalam filter udara
Kesimpulan
Initial dan final pressure drop merupakan bagian penting dari filter udara. Initial Pressure Drop menjelaskan tekanan udara awal saat filter dipasang, sedangkan Final Pressure Drop menjelaskan tekanan udara saat filter sebaiknya diganti.









