IMG20210709142435-2 copy-min

Standar EN779 untuk Medium Filter dalam Industri

Filter udara adalah komponen penting sistem HVAC yang digunakan di Gedung atau rumah. Filter udara membantu menigkatkan kualitas udara dalam ruangan dengan menangkap dan menghilangkan polusi udara, seperti debu, serbuk sari dan asap, dari udara. Standar EN799 adalah standar Eropa yang menentukan karakteristik kinerja filter udara. Pada artikel ini, kita akan mempelajari standar medium filter EN779 dan pentingnya menjaga kebersihan udara dalam ruangan.

Apa itu standar EN779?

Standar EN779 adalah standar Eropa yang menentukan efisiensi filter udara. Pertama kali diperkenalkan pada tahun 1993 dan telah diperbarui beberapa kali untuk mengikuti perkembangan terbaru pada teknologi filter udara. Standar ini berlaku di semua tipe filter udara yang digunakan pada system HVAC, termasuk yang digunakan di perumahan, komersial, dan industry.

Standar EN779 mengklasifikasikan filter udara ke beberapa kategori bedasarkan efisiensinya. Kategori ini ditentukan dari kemampuan filter dalam menangkap partikel dengan ukuran tertentu. Semakin tinggi kategori, semakin efisien filter dalam menangkap partikel yang lebih kecil.

Standar EN779 digunakan secara luas di seluruh Eropa dan sekarang diakui sebagai tolak ukur kinerja filter udara secara global.

Kelas FilterEfisiensi Minimum (Arrestance/Penangkapan)Aplikasi Khusus
F540-60%Perumahan, Komersial, dan industri yang membutuhkan kualitas udara sedang
F660-80%Komersial dan industry yang membutuhkan kualitas udara yang lebih tinggi
F780-90%Rumah sakit, laboratorium, dan aplikasi lainnya yang membutuhkan kualitas udara tinggi
F890-95%Clean room, pabrik elektronik, dan aplikasi lainnya yang membutuhkan kualitas udara sangat tinggi
F995%+Farmasi, microelectronic, dan aplikasi lainnya yang membutuhkan kualitas udara sangat-sangat tinggi

Standar EN799 mengukur efisiensi filter dalam menangkap partikel kasar (yaitu, partikel dengan diameter antara 1 sampai 10 micron). Standar ini tidak memberikan informasi mengenai kemampuan filter untuk menangkap partikel yang lebih kecil, seperti partikel yang menjadi perhatian aplikasi tertentu. Untuk alasan ini, ada standar alternatif seperti ISO16890 yang semakin banyak digunakan untuk memberi lebih banyak informasi yang komprehensif mengenai efisensi filter udara.

Apa itu Medium Filter?

Medium filter adalah jenis filter udara yang termasuk EN779 dengan rentang M5-F9. Filter ini didesain untuk menangkap berbagai macam partikel udara, termasuk serbuk sari, tungau, dan spora jamur. Medium filter biasanya dibuat dengan material sintetik, seperti polyester atau fiberglass, dan tersedia dengan berbagai ukuran agar sesuai dengan berbagai sistem HVAC.

Medium filter biasanya digunakan pada bangunan komersil, seperti perkantoran, sekolah, dan rumah sakit. Biasanya juga digunakan di perindustrian, seperi pabrik dan clean room, yang membutuhkan tingkat kemurnian udara yang tinggi.

Apa pentingnya Standar Medium Filter EN779?

Standar medium filter EN779 sangat penting karena menetapkan syarat minimum efiseinsi filter udara. Hal ini membantu untuk memastikan filter udara yang digunakan pada sistem HVAC dapat menangkap persentase tertentu dari partikel udara.

Standar ini juga membantu untuk meningkatkan konsistensi kinerja filter udara di berbagai produsen dan supplier. Hal ini penting karena memungkinkan pemilik gedung dan manajer fasilitas untuk membandingkan kinerja filter udara yang berbeda dan membuat keputusan filter mana yang akan digunakan di sistem HVAC.

Selain itu, standar medium filter EN779 membantu untuk memastikan filter diuji dengan metode standar. Hal ini memastikan hasil test dapat dipercaya dan dapat digunakan untuk untuk membandingkan kinerja filter secara akurat.

Alternatif

Selain standar EN779, ada beberapa alternatif standar untuk efisiensi filter udara yang biasa digunakan di seluruh dunia. Ini termasuk ASHRAE, ISO16890, dan MERV.

Standar ASHRAE 52.2

Standar ASHRAE 52.2 adalah standar efisiensi filter udara yang digunakan secara luas di Amerika Utara. Standar ini mengukur kemampuan filter udara untuk menghilangkan berbagai ukuran partikel dari udara. Standar ini akan memberikan penilaian MERV pada filter bedasarkan kinerjanya, makin tinggi nilai MERV menunjukkan penangkapan partikel yang makin besar. Seperti standar EN779, standar ASHRAE 52.2 meliputi semua jenis filter udara yang digunakan pada sistem HVAC, termasuk medium filter.

Standar ISO16890

Standar ISO16890 adalah standar terbaru efisiensi filter udara yang dikenalkan pada tahun 2016. Standar ini mengukur kemampuan filter untuk menghilangkan partikel dengan berbagai ukuran, termasuk partikel PM1, PM2.5, dan PM10. Standar ISO16890 mengkategorikan filter udara berdasarkan efisiensinya dalam menangkap partikel, semakin tinggi kategori menandakan semakin tinggi efisiensinya. Tidak seperti EN779 dan ASHRAE, standar ISO16890 tidak memberikan penilaian efisiensi pada filter, melainkan mengkategorikan filter berdasarkan kemampuannya dalam menangkap partikel tertentu.

Sistem Peringkat MERV

Sistem Peringkat MERV (Minimum Efficiency Reporting Value) digunakan di Amerika Serikat untuk mengukur efisiensi dari filter udara. Seperti standar ASHRAE 52.2, Sistem peringkat MERV memberikan peringkat pada filter berdasarkan efisiensi penangkapan partikel. Sistem peringkat MERV berkisar 1 sampai 20, semakin tinggi peringkat menunjukkan semakin besar efisiensi penangkapan partikel. Sistem peringkat MERV ini bukanlah sebuah standar, melainkan sebuah sistem peringkat yang sering digunakan bersamaan dengan standar lain, seperti EN779 dan ISO16890.

Rincian lebih lanjut mengenai standar-standar ini akan kami jelaskan pada artikel berikutnya, please stay tuned 🙂

Kesimpulan

Standar medium filter EN779 merupakan sebuah tolok ukur penting kinerja filter udara. Membantu untuk memastikan filter udara yang digunakan dalam sistem HVAC dapat menangkap persentase tertentu partikel udara, yang penting dalam menjaga kebersihan udara dalam ruangan. Standar ini mempromosikan konsistensi kinerja filter udara di berbagai produsen dan supplier, serta memastikan filter udara diuji dengan metode standar. Dengan mematuhi standar medium filter EN779, pemilik gedung dan manajer fasilitas bisa mengambil keputusan yang tepat mengenai filter udara mana yang akan digunakan dalam sistem HVAC, dan memastikan bahwa filter tersebut menyediakan udara dalam ruangan yang bersih dan sehat bagi penghuninya.

Tes filter DEKATECH

Perbedaan Filter Leakage Test vs IAQ Audit

Tentang Filter Leakage Test HVAC

Filter Leakage Test HVAC merupakan suatu pengujian yang dilakukan untuk mengukur jumlah udara yang bocor melalui filter dan area sekitar filter seal. Tes ini digunakan untuk menentukan keefektifan filter dalam menghilangkan partikel udara dari udara yang melewatinya.

Leakage Test meliputi pemasangan alat uji ke filter housing dan menciptakan perbedaan tekanan di seluruh filter. Alat uji mengukur jumlah udara yang bocor melalui filter dan area di sekitar filter seal. Jumlah dari kebocoran dinyatakan dalam persentase total aliran udara di seluruh filter.

Leakage Test ini penting dilakukan karena kebocoran kecil saja dapat mengurangi keefektifan filter secara drastis dalam membersihkan partikel-partikel udara. Kebocoran dapat membuat udara yang tidak tersaring ikut masuk ke dalam filter dan otomatis masuk ke dalam ruangan, yang mana dapat mengurangi kualitas udara dan berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan kepada penghuni gedung.

Hasil dari Leakage Test dapat digunakan untuk mengidentifikasi filter-filter yang tidak bekerja secara efektif dan mengidentifikasi filter-filter yang perlu diganti. Filter dengan tingkat kebocoran tinggi dapat disesuaikan atau disegel untuk meningkatkan tingkat keefektifannya dalam membersihkan partikel udara dari udara yang melewati sistem HVAC.

Bagaimana Filter Leakage Test dilakukan?

Filter Leakage Test dilakukan untuk mengukur jumlah udara yang bocor melalui filter dan area sekitar filter seal. Tes ini meliputi pembuatan perbedaan tekanan di seluruh filter dan pengukuran jumlah udara yang bocor melalui filter dan area sekitar filter seal.

Berikut adalah langkah-langkah yang termasuk dalam melakukan Filter Leakage Test

  1. Pilih alat uji yang sesuai: alat uji harus dipilih berdasarkan tipe dan ukuran filter yang akan dites. Alat uji harus bisa menciptakan tekanan yang berbeda di seluruh area filter dan mampu mengukur jumlah udara yang bocor melalui filter dan area sekitar filter seal.
  2. Pasang filter pada alat uji: Filter harus bisa dipasang pada alat ujisesuai dengan instruksi pabrik. Filternya harus tersegel untuk mencegah udara masuk ke dalam filter.
  3. Ukur aliran udara melalui filter: Aliran udara dari filter harus diukur menggunakan flow meter atau alat lain yang sesuai. Laju aliran tersebut harus dicatat.
  4. Buat perbedaan tekanan: perbedaan tekanan di seluruh filter harus dibuat dengan menggunakan blower atau alat lain yang sesuai. Perbedaan tekanan harus dijaga selama durasi tes yang dilakukan.
  5. Ukur kebocoran filter: Jumlah udara yang bocor melalui filter dan area sekitar filter seal harus diukur menggunakan leakage meter (alat pengukur kebocoran) atau alat lain yang sesuai. Jumlah kebocoran harus diungkapkan berdasarkan persentase total laju udara yang melalui filter.
  6. Ulangi tesnya: Tes harus diulangi setidaknya 3 kali untuk memastikan hasilnya telah akurat. Hasil tes tersebut harus dirata-rata untuk menentukan kebocoran filter secara keseluruhan.

Hasil dari Leakage Test tersebut dapat digunakan untuk mengidentifikasi filter-filter yang tidak bekerja secara efektif dan filter-filter yang perlu diganti. Filter-filter dengan tingkat kebocoran yang tinggi dapat disesuaikan atau disegel untuk meningkatkan keefektifannya dalam membersihkan partikel udara dari udara yang melewati sistem HVAC.

Apa saja alat-alat yang digunakan untuk melakukan Leakage Test?

Untuk melakukan Leakage Test pada filter HVAC, terdapat beberapa alat dan perlengkapan yang digunakan untuk mengukur jumlah udara yang bocor melewati filter dan area sekitar filter seal. Berikut adalah beberapa alat yang biasanya digunakan dalam melakukan Leakage Test:

  1. Pengukur kebocoran (Leakage meter): Leakage meter adalah alat khusus yang digunakan untuk mengukur jumlah udara yang bocor melalui filter dan area sekitar filter seal. Alat ini didesain untuk menciptakan perbedaan tekanan pada seluruh filter dan mengukur jumlah udara yang bocor melalui filter dan area sekitar filter seal.
  2. Pengukur laju aliran (flow meter): flow meter digunakan untuk mengukur laju udara di seluruh filter. Alat ini bisa mengukur laju aliran udara yang melewati filter dengan akurat dan alat ini penting untuk menghitung jumlah kebocoran.
  3. Pengukur tekanan (differential pressure gauge): Differential pressure gauge digunakan untuk mengukur tekanan diferensial pada filter. Alat ini mengukur penurunan tekanan pada filter yang mana penting untuk menentukan tingkat kebocoran filter.
  4. Blower: Blower atau kipas angin digunakan untuk menciptakan tekanan diferensial di seluruh filter. Alat ini menciptakan tekanan diferensial diantara sisi hulu dan sisi hilir filter, yang mana berguna untuk mengukur kebocoran filter.
  5. Sealant: Sealant digunakan untuk menutup sisi-sisi filter untuk mencegah udara keluar dari filter. Sealant penting untuk memastikan adanya hasil tes filter yang akurat dan berguna untuk mengidentifikasi adanya kebocoran yang mungkin terjadi pada filter seal.

Alat dan perlengkapan di atas digunakan oleh para ahli untuk melakukan Leakage Test dan mengidentifikasi masalah lain terkait kinerja filter. Hasil dari tes tersebut dapat digunakan untuk menentukan apakah sebuah filter harus diganti atau perlu adanya penyesuaian untuk meningkatkan keefektifannya dalam membersihkan partikel udara dari udara yang menuju sistem HVAC.

Tentang IAQ Audit (Indoor Air Quality atau kualitas udara dalam ruangan)

IAQ Audit adalah evaluasi/penilaian kualitas udara dalam ruangan secara komprehensif (menyeluruh) pada gedung atau fasilitas umum. Berguna untuk mengidentifikasi potensi sumber polusi udara, mengukur tingkat polutan, dan membuat rekomendasi pengukuran yang tepat untuk meningkatkan keseluruhan IAQ.

Selama proses IAQ Audit, seorang ahli yang mumpuni dapat memeriksa sistem HVAC (pemanas, ventilasi, dan AC) pada gedung, mencari sumber polusi udara dalam ruangan, dan mengambil sampel udara untuk mengukur tingkat polutan. Auditor juga bisa meninjau ulang sistem ventilasi dan akses gedung apakah tempat tersebut sudah menyediakan udara bersih untuk penghuni gedung setempat.

Laporan audit pada umumnya meliputi rekomendasi untuk meningkatkan IAQ, seperti meningkatkan ventilasi, mengurangi polusi, dan mengatasi sumber polusi ruangan. Rekomendasi tersebut juga meliputi pengukuran untuk pencegahan pertumbuhan jamur dan berbagai polutan lainnya, seperti menjaga tingkat kelembaban yang sesuai dan mengatasi masalah kelembaban ruangan.

IAQ Audit dapat berguna untuk pemilik gedung, manajer sarana prasarana, dan berbagai pihak lain yang peduli tentang kesehatan dan kondisi para penghuni gedung. Audit tersebut juga dapat membantu mengidentifikasi potensi resiko kesehatan dan memberikan petunjuk tentang bagaimana cara untuk meningkatkan IAQ demi menciptakan lingkungan dalam ruangan yang lebih aman dan sehat.

Bagaimana IAQ Audit dilakukan?

IAQ Audit/Audit kualitas udara dalam ruangan biasanya meliputi langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Pengkajian awal (Initial assessment): Auditor akan melakukan penelusuran gedung dan fasilitas untuk mengidentifikasi sesuatu yang berpotensi menjadi sumber polusi udara, seperti produk pembersih, bahan bangunan, dan peralatan yang dapat menghasilkan polutan. Auditor juga akan meninjau kembali sistem ventilasi gedung dan menilai apakah sistem ventilasi tersebut menyediakan udara bersih yang cukup bagi para penghuni gedung.
  2. Pengambilan sampel (Sampling): Auditor akan mengambil sampel udara untuk mengukur tingkat polutan di area gedung. Kegiatan ini meliputi penggunaan perlengkapan khusus untuk mengukur tingkat polutan seperti, karbon dioksida, karbon monoksida, senyawa organik volatil, dan gas lainnya.
  3. Analisis laboratorium: Sampel udara yang telah dikumpulkan selama proses audit dikirimkan ke laboratorium untuk dianalisis. Laboratorium akan memberikan detail laporan polutan yang terdeteksi dan levelnya.
  4. Laporan dan rekomendasi: Berdasarkan hasil pada pengkajian awal dan sampel udara, auditor akan memberikan laporan secara menyeluruh mengenai kondisi IAQ pada suatu gedung dan fasilitas. Laporan tersebut dapat disertai rekomendasi untuk peningkatan IAQ, seperti meningkatkan ventilasi, mengurangi penggunaan produk berpolusi, dan mengatasi sumber polutan dalam ruangan. Rekomendasi juga bisa berisi tentang langkah-langkah untuk mencegah pertumbuhan jamur dan polutan biologis lainnya, seperti menjaga kelembaban udara yang tepat dan mengatasi masalah kelembaban.
  5. Tindak lanjut: Setelah IAQ Audit selesai, pemilik gedung atau manajer fasilitas dapat menerapkan langkah-langkah yang direkomendasikan untuk meningkatkan IAQ. Audit lanjutan dapat dilakukan kembali untuk memastikan bahwa peningkatan yang terjadi sudah efektif dalam meningkat kualitas udara dalam ruangan.

Alat apa saja yang digunakan untuk melakukan IAQ Audit?

Beberapa jenis alat dan perlengkapan bisa digunakan selama proses IAQ Audit untuk mengukur tingkat polutan dan menilai kondisi lingkungan dalam ruangan tersebut. Beberapa alat yang biasa digunakan, meliputi:

  1. Pengukur kualitas udara (Air Quality Meters): Alat ini merupakan peralatan genggam yang dapat mengukur tingkat berbagai polutan di udara, seperti karbon dioksida, karbon monoksida, dan senyawa volatil organik (VOCs).
  2. Monitor Partikulat (particulate Monitors): Alat ini dapat mengukur jumlah dan ukuran partikel udara, seperti debu, serbuk sari, dan spora jamur yang dapat memengaruhi IAQ.
  3. Pengukur kelembaban dan suhu: Alat ini dapat mengukur suhu dan tingkat kelembaban udara di dalam ruangan yang dapat memengaruhi pertumbuhan jamur dan polutan biologis lainnya.
  4. Perlengkapan sampling VOC: Alat ini dapat mengumpulkan sampel udara yang dikirim ke laboratorium untuk dianalisis untuk mendeteksi adanya bahan kimia dan senyawa berbahaya seperti formaldehida, benzena, dan toluena.
  5. Pengukur karbon dioksida: Alat ini dapat mengukur tingkat karbon dioksida di udara di suatu ruangan, yang dapat menjadi indikator ventilasi yang buruk dan udara yang stagnan.
  6. Kamera pencitraan termal (Thermal imaging camera): Kamera ini bisa mendeteksi perbedaan suhu pada permukaan yang dapat membantu mengidentifikasi area dengan masalah kelembaban yang mungkin memicu pertumbuhan jamur dan berbagai polutan biologis.

Alat dan perlengkapan tersebut dapat digunakan oleh ahli selama proses IAQ Audit untuk mengukur tingkat polutan, mengidentifikasi sumber polusi udara dalam ruangan, dan merekomendasikan langkah-langkah untuk meningkatkan IAQ secara keseluruhan.

Rangkuman

Berikut tabel rangkuman yang membandingkan IAQ Audit dan Leakage Test:

IAQ AuditFilter Leakage Test
TujuanBertujuan untuk mengidentifikasi masalah kualitas udara dalam ruangan, meliputi keberadaan polutan, suhu, kelembaban, dan ventilasi.Untuk menghitung jumlah udara yang bocor pada filter dan area sekitar filter seal.
ProsesPemeriksaan sistem HVAC, bangunan, dan perilaku Penghuni. Pengukuran suhu, kelembaban, dan tingkat polutan.Menciptakan perbedaan tekanan di sekitar filter menggunakan blower, mengukur airflow yang melewati filter, dan mengukur jumlah udara yang bocor pada filter dan area sekitar filter seal
Alat yang digunakanAlat pengukur suhu, kelembaban, dan tingkat polutan. Kamera pencitraan termal. Perlengkapan sampling.Leakage meter (pengukur kebocoran), flow meter (pengukur airflow), differential pressure gauge (pengukur tekanan), blower, sealant.
HasilMengidentifikasi masalah IAQ dan menyarankan solusi untuk peningkatan kualitas udara.Mengidentifikasi kebocoran filter dan menyarankan penyesuaian atau penggantian untuk meningkatkan efektivitas dalam membersihkan partikel udara.
ManfaatBerguna untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah kualitas udara dalam ruangan yang dapat berakibat pada kesehatan dan kondisi penghuni gedung.Berguna untuk memastikan bahwa sistem HVAC efektif dalam membersihkan partikel udara dari udara yang melewati sistem.
Pengujiahli IAQ, teknisi HVAC, insinyur bangunan.teknisi HVAC, produsen filter, penguji laboratorium.
Tabel Perbandingan IAQ Audit dengan Filter Leakage Test

Singkatnya, IAQ Audit digunakan untuk mengidentifikasi masalah kualitas udara dalam ruangan, sedangkan Filter Leakage Test digunakan untuk mengukur jumlah udara yang bocor pada filter dan area sekitar filter seal. Kedua proses tersebut memerlukan alat dan perlengkapan khusus dan dilakukan oleh ahli untuk memastikan hasil yang akurat. Hasil dari IAQ Audit dapat membantu mengidentifikasi dan menyelesaikan masalah kualitas udara dalam ruangan, sedangkan hasil dari Filter Leakage Test dapat membantu memastikan bahwa sistem HVAC bekerja secara efektif menghilangkan partikel udara dari udara yang melewati sistem.

vacuum-cleaner-carpet-cleaner-housework-housekeeping

Kenapa Filter Industri Lebih Mahal ketimbang Filter Rumah Tangga?

Filter banyak digunakan di berbagai industri dan rumah tangga untuk membersihkan partikel dan polutan dari udara dan air. Meskipun filter industri dan filter rumah tangga memiliki tujuan yang sama yaitu menyediakan udara dan air yang bersih, filter industri cenderung lebih mahal daripada jenis filter rumah tangga pada umumnya. Pada artikel ini, kita akan menelusuri lebih jauh alasan di balik perbedaan harga ini.

Ukuran dan kapasitas

Pada umumnya, filter industri memiliki ukuran dan kapasitas yang lebih besar dibandingkan dengan filter rumah tangga. Filter industri harus memiliki kapasitas aliran lebih besar untuk membersihkan ruangan yang lebih besar dan menghilangkan volume partikel yang lebih tinggi dari udara dan air. Hal tersebut tentunya memerlukan filter media yang lebih besar, material yang lebih kuat dan susunan yang lebih kokoh. Ukuran dan kapasitas yang lebih besar tersebut membuat harga filter industri lebih tinggi.

Kualitas Material

Kualitas material menjadi salah satu faktor utama yang membedakan filter industri dan filter rumah tangga. Filter industri didesain untuk tahan terhadap lingkungan yang ekstrem dan aliran filtrasi bervolume tinggi sehubungan dengan pengaturan industri, maka filter industri memerlukan susunan yang lebih kokoh dan material yang lebih berkualitas.

Efisiensi filtrasi

Efisiensi filtrasi diukur berdasarkan kemampuannya dalam membersihkan berbagai ukuran partikel dari udara maupun air. Untuk memenuhi standar industri, filter industri harus memiliki tingkat efisiensi yang lebih tinggi daripada filter rumah tangga. Hal ini berarti bahwa filter industri terbuat dari filter media yang lebih berkualitas, yang umumnya lebih mahal untuk diproduksi. Terlebih lagi, filter industri harus diuji dan tersertifikasi untuk memenuhi standar industri yang tentu saja akan menambah biaya.

Perawatan dan Penggantian

Filter industri kerap memerlukan perawatan dan penggantian yang lebih sering daripada filter rumah tangga. Hal ini dikarenakan filter industry biasanya digunakan di area dengan aktivitas tinggi dengan banyaknya partikel udara dan cairan, yang dapat menyumbat filter media dengan cepat. Selain itu, filter industri memerlukan perawatan khusus, seperti pembersihan dan penggantian secara profesional yang dilakukan oleh teknisi bersertifikat. Biaya perawatan dan penggantian juga berkontribusi pada tingginya harga filter industri.

Kustomisasi

Aplikasi filter dalam industri seringkali dibuat secara khusus untuk memenuhi kebutuhan khusus dari industri atau pemakaian tertentu. Kustomisasi dapat meliputi perancangan filter agar sesuai dengan peralatan tertentu atau penggabungan fitur tambahan seperti prefilter atau filter karbon aktif. kustomisasi ini juga bisa meningkatkan biaya pada filter industri secara signifikan.

Kesimpulan

Berikut adalah tabel rangkuman perbandingan filter industri dan filter rumah tangga

FiturFilter IndustriFilter Rumah Tangga
Filter MediaRapat dan tahan lamaLebih ringan dan kurang rapat
Ukuran dan KapasitasKapasitas aliran lebih tinggi dan lebih besarKapasitas aliran lebih rendah dan lebih kecil
Kualitas MaterialKokoh dan berkualitas tinggiKurang kokoh
Efisiensi FiltrasiTingkat efisiensi lebih tinggiTingkat efisiensi lebih rendah
Perawatan dan PenggantianMemerlukan perawatan khusus dan penggantian lebih seringJarang memerlukan perawatan dan penggantian
KustomisasiSeringkali dikustom untuk memenuhi kebutuhan industriBiasanya tidak dikustom

Perbedaan fitur-fitur ini menjelaskan kenapa filter industry pada umumnya lebih mahal daripada filter rumah tangga. Filter industri memerlukan susunan lebih kokoh dan material yang lebih berkualitas agar tahan terhadap lingkungan yang ekstrim dan mampu memberikan tingkat filtrasi yang lebih tinggi. Sebaliknya, filter rumah tangga didesain untuk ruangan lebih kecil dan tidak memerlukan tingkat ketahanan dan penyesuaian yang sama dengan filter industri.

Kesimpulannya, filter industri lebih mahal daripada filter rumah tangga karena kapasitas dan ukurannya yang lebih besar, kualitas media yang lebih baik, efisiensi filtrasi yang lebih tinggi, perawatan dan penggantian yang lebih sering, serta kebutuhan kustomisasi. Filter industri didesain untuk memenuhi permintaan pemakaian industri yang ketat, dan harganya yang lebih mahal mencerminkan kualitas dan ketahanan yang dibutuhkan untuk bekerja pada lingkungan tersebut.

Kurangi Biaya Filter Industri Anda dengan Produk DEKATECH®

Filter industri kami memiliki kualitas kualitas tinggi, didesain untuk memberikan filtrasi udara yang luar biasa bahkan pada lingkungan yang paling ekstrim. Susunannya yang tahan lama dan tingkat efisiensi yang tinggi, filter DEKATECH® dapat membantu mengurangi biaya perawatan dan penggantian, sekaligus memberikan udara bersih untuk pekerja dan peralatan anda.

Dengan memilih filter industri DEKATECH®, anda dapat menghemat biaya operasional dan menikmati masa pakai yang lebih lama untuk sistem filtrasi anda. Filter kami juga dapat dikustom (disesuaikan) untuk memenuhi kebutuhan khusus pada industri anda, memastikan hasil yang optimal dan menghemat biaya secara maksimal. Beralih ke filter DEKATECH® dan mulai berhemat mulai hari ini. Hubungi kami untuk mengetahui lebih lanjut tentang produk kami dan bagaimana filter kami dapat menguntungkan pekerjaan anda.

Pengolahan sampah dengan filter dekatech

Pengelolaan Limbah Filter AHU / HVAC yang Tepat

Pembuangan filter industri AHU (Air Handling Unit) / HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning) yang tepat sangat penting untuk melindungi lingkungan dan menjaga kualitas udara di dalam ruangan tetap terjaga. Filter HVAC didesain untuk membersihkan partikel-partikel udara dan kontaminasi di udara, seperti debu, kotoran, serbuk, dan polutan lainnya. Seiring berjalannya waktu, filter ini akan tersumbat oleh berbagai partikel, yang mengurangi efektivitas filter sehingga memerlukan penggantian.

Cara Menangani Limbah Filter AHU / HVAC

Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk memastikan pembuangan limbah filter industri HVAC sudah tepat:

1. Identifikasi Tipe Filter

Sebelum membuang filter HVAC, sangat penting untuk mengidentifikasi tipe filter yang dimiliki terlebih dahulu. Primary filter DEKATECH® dapat diisi ulang sehingga tidak perlu dibuang, sedangkan HEPA tidak direkomendasikan untuk diisi ulang. Masing-masing tipe filter memiliki metode pembuangannya tersendiri, jadi penting untuk mengecek instruksi pabrik atau hubungi pengelola limbah setempat untuk mendapatkan arahan.

2. Lepas Filter dari Mesin

Ketika sudah mengidentifikasi jenis filter yang dimiliki, lepaskan filter dari sistem HVAC. Ikuti buku panduan untuk melepaskan filternya dengan hati-hati. Pakai sarung tangan dan masker untuk melindungi diri dari potensi terkontaminasi.

3. Cek Material Berbahaya

Beberapa filter industri HVAC mungkin berisikan material berbahaya seperti, timbal, asbes dan bahan kimia lain yang memerlukan prosedur pembuangan secara khusus. Cek pada label filter atau instruksi pabrik untuk peringatan bahan-bahan berbahaya.

4. Simpan Filter yang Telah Digunakan

Simpan filter yang telah digunakan ke dalam kantong plastik atau wadah untuk mencegah partikel terlepas keluar. Tandai wadah sesuai dengan jenis filter dan tanggal pencopotan.

5. Buang Limbah Filter

Hubungi pengelola limbah setempat untuk menentukan metode pembuangan yang sesuai untuk filter tersebut. Di beberapa kasus, limbah filter dapat dibuang di tempat sampah biasa, namun beberapa filter memerlukan penanganan atau daur ulang khusus. Jangan pernah membuang filter HVAC ke tempat pembuangan sampah atau membakarnya, karena hal tersebut dapat melepaskan polutan berbahaya ke udara.

6. Ganti Filter

Setelah membuang filter yang telah digunakan, saatnya menggantinya dengan filter yang baru. Ikuti instruksi pabrik untuk memasang filter yang baru dengan hati-hati. Penting untuk mengganti filter HVAC secara teratur agar kualitas udara di dalam ruangan tetap terjaga dan untuk memastikan sistem HVAC bekerja dengan semestinya.

Mengurangi Limbah Filter AHU / HVAC

Terdapat beberapa cara untuk mengurangi sampah filter AHU / HVAC, seperti:

1. Gunakan Filter yang Tepat

Menggunakan tipe filter dan kelas efisiensi yang tepat dapat mengurangi jumlah sampah filter. Filter dengan efisiensi filtrasi yang tinggi dapat menyaring partikel lebih banyak, namun lebih sering memerlukan penggantian. Hubungi tim DEKATECH® untuk mendapatkan rekomendasi tipe filter yang tepat untuk sistem anda.

2. Perawatan Berkala

Perawatan berkala sistem HVAC yang tepat dapat memperpanjang usia penggunaan fitler dan mengurangi frekuensi penggantian. Proses cleaning dan maintenance juga dapat meningkatkan kualitas udara dan efisiensi sistem

3. Gunakan Filter Washable dan Reuseable

Menggunakan material washable dan reuseable dapat mengurangi limbah filter sistem HVAC secara signifikan. Filter-filter ini dapat dibersihkan dan dipakai ulang hingga berkali-kali, sehingga mengurangi kebutuhan penggantian filter. Misalnya Pre-Filter DEKATECH® yang dapat dicuci dan diisi ulang, ada juga Primary Media DEKATECH® yang dapat dicuci. Berikut ini merupakan perbandingan filter washable dan disposable.

4. Pengelolaan yang tepat

Proses pengelolaan filter yang telah terpakai dengan tepat dapat mengurangi dampak lingkungan. Filter sebaiknya dibuang sesuai dengan regulasi dan arahan daerah setempat, termasuk proses daur-ulang dan pembuangan limbah berbahaya.

5. Memonitor kualitas udara

Melakukan monitoring kualitas udara di area kerja dapat mengidentifikasi masalah filter HVAC sebelum menjadi parah. Hal ini dapat mengurangi frekuensi penggantian filter dan meningkatkan efisiensi biaya.

Dampak dari Pengelolaan Limbah Filter AHU / HVAC yang Tidak Tepat

Pengelolaan limbah filter HVAC yang tidak sesuai dapat membawa beberapa efek negatif untuk masyarakat dan lingkungan. Berikut beberapa contohnya:

1. Buruknya Kualitas Udara di Dalam Ruangan

Ketika filter bekas tidak dibuang semestinya, filter tersebut dapat melepaskan polutan atau partikel-partikel ke udara, yang menyebabkan buruknya kualitas udara di dalam ruangan. Buruknya kualitas udara di dalam ruangan dapat mengakibatkan gangguan pernapasan, alergi, sakit kepala, dan gangguan kesehatan lainnya.

2. Terpapar Material Berbahaya

filter HVAC mungkin mengandung material berbahaya seperti, timbal, asbes, dan bahan kimia berbahaya lainnya. Jika tidak dibuang dengan benar, maka material tersebut dapat terlepas ke udara atau pun air, yang akan menyebabkan gangguan kesehatan serius seperti, kanker, penyakit paru-paru, dan penyakit lainnya.

3. Pencemaran Lingkungan

Pembuangan filter HVAC yang tidak semestinya berkontribusi pada pencemaran lingkungan. Sebagai contoh, filter dapat melepaskan polutan berbahaya ke udara atau pun air, yang akan mengakibatka tanah dan sumber air terkontaminasi. Hal ini berbahaya bagi kehidupan satwa liar, ekosistem alam, serta menyebabkan kerusakan lingkungan dalam jangka waktu panjang.

4. Konsekuensi Hukum dan Biaya

Pembuangan filter HVAC yang tidak tepat dapat mengakibatkan konsekuensi hukum dan biaya bagi individu maupun bisnis. Alih-alih mengurangi biaya anda, waste management hvac yang tidak tepat justru dapat meningkatkan biaya secara keseluruhan. Sebagai contoh, pembuangan bahan-bahan berbahaya yang tidak benar dapat dijatuhi hukuman berupa denda, penalti, maupun tindakan hukum.

Pengelolaan limbah filter HVAC yang tepat sangat penting untuk menjaga kualitas udara dalam ruangan tetap terjaga, melindungi lingkungan, dan menghindari konsekuensi hukum dan keuangan. Dengan mengikuti instruksi pabrik dan bekerja sama dengan pengelola limbah setempat, anda dapat memastikan bahwa filter bekas anda telah dibuang dengan aman dan bertanggung jawab.

Kesimpulan

Kesimpulannya, pembuangan filter industri HVAC yang tepat sangat penting untuk melindungi lingkungan dan menjaga kualitas udara di dalam ruangan. Menggunakan filter DEKATECH® dapat memperpanjang usia filter dan menghemat biaya anda. Dengan mengikuti langkah-langkah di atas dan bekerja sama dengan pengelola limbah setempat, Anda dapat memastikan bahwa filter bekas Anda dibuang dengan aman dan bertanggung jawab.

FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Apakah saya dapat membakar filter HVAC yang telah terpakai?

Tidak boleh. Sangat tidak disarankan membakar filter HVAC telah terpakai. Membakar filter dapat melepaskan polutan berbahaya ke udara, yang dapat membahayakan lingkungan dan beresiko pada kesehatan manusia. Filter HVAC mungkin mengandung material seperti fiberglass atau serat sintetis lainnya, yang dapat menghasilkan asap beracun jika dibakar. Terlebih lagi, filter mungkin mengandung material berbahaya seperti timbal, asbes, atau bahan kimia berbahaya lainnya yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius jika dilepaskan di udara.

Alih-alih membakar filter bekas filter HVAC, hubungi pengelola limbah setempat untuk memastikan metode pembuangan yang tepat. Pada beberapa kasus, filter-filter tersebut boleh dibuang di tempat sampah biasa, namun beberapa filter memerlukan penanganan atau daur ulang khusus. Dengan membuang bekas filter dengan tepat, anda berkontribusi dalam menjaga lingkungan dan kualitas udara di dalam ruangan.

2. Apakah DEKATECH® menangani jasa pembuangan limbah?

Saat ini kami belum bisa menangani jasa pembuangan limbah filter AHU/HVAC industri. Hal ini dikarenakan jasa pembuangan limbah memerlukan proses perizinan dan infrastruktur yang memadai.

3. Bagaimana dengan tipe filter lainnya?

Tipe filter yang berbeda memerlukan penanganan limbah yang berbeda pula. Bag filter dust collector, liquid filter bag, filter cloth, dan cartridge tidak memiliki proses penanganan limbah yang sama dengan limbah filter AHU/HVAC. Hal ini akan kami bahas di lain waktu. So, stay tuned 🙂

0E161126-1F66-4116-AE39-1868911C3E48

Perbedaan Pre-Filter Washable vs Disposable (Non-Washable)

Primary Filter / Pre-Filter merupakan salah satu jenis filter yang umum digunakan dalam berbagai macam industri. Performa yang baik dan harga yang ekonomis membuat Pre-Filter menjadi pilihan pengguna dalam sistem pemurnian udara. Karena memiliki performa yang baik dan harga yang ekonomis, Pre-Filter diletakkan pada tahap pertama penyaringan udara dalam sistem AHU. Media Pre-Filter biasanya terbuat dari material serabut polyester yang disusun sedemikian rupa sehingga memiliki tingkat efisiensi yang baik.

Pre-Filter sendiri pada umumnya dibagi menjadi dua jenis yaitu Pre-Filter Washable dan Disposable (dikenal juga dengan sebutan Non-Wahsable). Kedua jenis Pre-Filter ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Berikut ini merupakan perbandingan dari Pre-Filter Disposable dan Pre-Filter Washable:

Perbedaan Pre-Filter Disposable / Non-Washable dengan Pre-Filter Washable

 Disposable / Non-WashableWashable
Frame MaterialDuplex LaminatedAluminium
Media WashableTidakIya
Life Cycle1 kali pemakaian3-5 kali pencucian
Media FilterRelatif ringanRelatif Berat
Mesh SupportTipisTebal
Bisa diisi ulangTidak bisaBisa
Upfront CostLebih murahLebih mahal
MaintenanceLebih mudahLebih sulit
Tabel perbedaan Pre-Filter Disposable / Non-Washable dengan Pre-Filter Washable

Pre-Filter Washable

Bingkai luar / frame dari Pre-Filter Washable terbuat dari aluminium. Material aluminium digunakan karena memiliki ketahanan yang lebih baik ketimbang material duplex. Selain itu material frame aluminium dapat dibongkar-pasang sehingga media filter dapat diganti atau diisi ulang. Pre-filter Disposable memiliki life cycle 3-5 kali penyucian sebelum media filter harus diganti.

Pre-Filter Disposable / Non-Washable

Salah satu kelebihan dari Pre-Filter Disposable adalah maintenance yang lebih mudah. Pre-Filter dengan media disposable memiliki berat yang ringan sehingga dapat mempermudah proses pemasangan. Proses penggantian Pre-Filter Disposable tidak memerlukan tenaga yang banyak. Selain itu media disposable tidak memerlukan proses pencucian maupun penggantian media sehingga filter ini dapat dibuang setelah digunakan. Kelebihan lain dari Pre-Filter Disposable adalah harganya yang lebih murah, sehingga biaya investasi awal dalam system AHU tidak tinggi.

Mana yang lebih baik?

Selain kedua jenis Pre-Filter tersebut terdapat berbagai jenis Pre-Filter yang lain. Tiap jenis Pre-Filter memiliki kelebihannya masing-masing tergantung pada penggunaannya. Terdapat banyak factor yang harus dipertimbangkan dalam menentukan jenis Pre-Filter yang sebaiknya anda gunakan. Untuk itu silahkan konsultasikan kebutuhan anda kepada penyedia filter anda. DEKATECH memiliki tim ahli yang dapat membantu anda dalam menentukan filter apa yang sebaiknya anda gunakan. Anda dapat menghubungi kami untuk mengonsultasikan solusi kebutuhan filter anda.

ULPA Filter CV Dwimanunggal Filter

HEPA vs ULPA Filter, Mana yang Lebih Baik?

ULPA Filter CV Dwimanunggal Filter

Filter dalam sistem AHU (Air Handling Unit) memiliki peran penting dalam menyaring partikel yang terdapat di udara. Terdapat banyak jenis Filter yang terdapat dalam sistem AHU seperti Primary Filter, Pocket Filter, Medium Filter, Spunbound Filter, HEPA Filter, dan ULPA Filter. Selain itu tiap jenis filter masih memiliki varian tipe yang memiliki fungsi berbeda pula.

Banyaknya tipe filter seringkali membuat pengguna dihadapkan pada kebingungan dalam menentukan filter apa yang harus digunakan. Pemilihan filter yang kurang tepat dapat menyebabkan hasil yang tidak sesuai dengan keinginan pengguna. Salah satu permasalahan yang sering dihadapi adalah menentukan penggunaan HEPA Filter dan ULPA Filter dalam sistem cleanroom.

Persamaan HEPA dan ULPA Filter

HEPA Filter memiliki kepanjangan High Efficiency Particulate Air Filter, sedangkan ULPA Filter merupakan singkatan dari Ultra Low Particulate Air Filter. Berikut ini merupakan kesamaan yang terdapat dalam HEPA Filter dan ULPA Filter.

  • Fungsi. HEPA Filter dan ULPA Filter memiliki fungsi yang sama, yaitu menyaring partikel padat yang terdapat dalam udara. 
  • Material Konstruksi. Stainless steel dan aluminium merupakan material konstruksi yang umum digunakan dalam filter HEPA dan ULPA.
  • Media Penyaringan. HEPA Filter dan ULPA Filter juga sama-sama memiliki media penyaringan terbuat dari serabut halus yang didesain khusus untuk menyaring partikel berukuran mikro.
  • Mekanisme Kerja. Mekanisme kerja dari kedua filter memiliki kesamaan dalam metode penyaringan yaitu: difusi, intersepsi, dan tumbukan inersia.

Walau kedua filter ini memiliki banyak kesamaan, HEPA dan ULPA Filter memiliki perbedaan fundamental yang menentukan filter mana yang sebaiknya anda gunakan.

Perbedaan HEPA vs ULPA Filter

HEPA Filter dan ULPA Filter memiliki beberapa perbedaan. Berikut ini merupakan tabel perbedaan dari HEPA filter dan ULPA Filter.

HEPA FILTERULPA FILTER
Efisiensi penyaringan hingga 99,999% (H14)Efisiensi penyaringan hingga 99.999999% (U17)
Menyaring partikel berukuran 0,3 micron (µm) atau lebih besarMenyaring partikel berukuran 0,12 micron (µm) atau lebih besar
Memiliki airflow yang lebih tinggi karena media penyaringan yang lebih renggang (~20-50%)Memiliki airflow yang lebih rendah karena media penyaringan yang lebih padat (~20-50%)
Membutuhkan daya yang lebih rendahMembutuhkan daya yang lebih tinggi
Harga lebih murahHarga lebih mahal
Diletakkan setelah Medium FilterDiletakkan setelah HEPA Filter
Usia penggunaan relatif lebih panjangUsia penggunaan relatif lebih pendek
Perbedaan antara HEPA dan ULPA Filter

Perbedaan utama dalam produk HEPA Filter dan ULPA Filter adalah tingkat efisiensi penyaringan partikel di udara, kelas efisiensi tertinggi dari HEPA filter adalah H13 (99.999%), sedangkan ULPA filter memiliki kelas efisiensi hingga U17 (99.999999%). Namun, walau ULPA filter lebih tinggi dalam hal penyaringan, ULPA kurang efektif bila digunakan dalam ruangan umum yang memiliki partikel berukuran besar. Hal ini membuat ULPA Filter lebih cocok digunakan pada ruangan yang membutuhkan tingkat kebersihan udara yang tinggi seperti industri Semikonduktor, Farmasi, Biomedis, serta beberapa industri makanan dan minuman.

Aplikasi HEPA dan ULPA Filter

Sebagaimana yang dijelaskan pada topik di atas, HEPA dan ULPA Filter memiliki fungsi penting dalam menyaring partikel halus seperti virus, alergen, dan kontaminan dalam penerapan berbagai industri. Penggunaan HEPA dan ULPA Filter dapat dikombinasikan sebagaimana ilustrasi gambar di bawah ini.

HEPA filter menyaring partikel udara yang lolos dari medium filter dengan rentang ukuran 0,3-1micron. Filter ini dapat digunakan pada beberapa industri yang memiliki toleransi partikel udara yang lebih besar seperti rumah sakit, makanan dan minuman, kimia, farmasi umum, server, dan lain sebagainya. HEPA filter dapat dipasang tanpa menggunakan ULPA filter.

Beberapa industri yang membutuhkan tingkat kebersihan udara yang tinggi mengombinasikan penggunaan HEPA dan ULPA Filter dalam satu sistem. Sistem ini meningkatkan kebersihan udara pada ruangan dan dapat memperpanjang umur penggunaan ULPA Filter. Umumnya ULPA digunakan dalam industri yang sensitif terhadap partikel di udara seperti semikonduktor, laboratorium. ULPA filter didesain untuk menyaring partikel udara yang lolos dari HEPA Filter, sehingga ULPA biasanya dipasang setelah HEPA filter.

Kesimpulan

Dalam penjabaran artikel diatas dapat disimpulkan bahwa HEPA filter dapat dipasangkan tanpa ULPA filter, sedangkan ULPA filter harus dipasangkan bersama dengan HEPA filter.

Bila anda masih memiliki pertanyaan dalam menentukan penggunaan HEPA dan ULPA Filter, silahkan hubungi kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap serta mendapatkan penawaran HEPA dan ULPA filter dengan harga terbaik.

Infografik : Bagaimana Dekatech dapat Mengurangi Biaya Filter Anda

Infografik Filter Dekatech
Infografik perbandingan biaya produk Filter Dekatech terhadap kompetitor

Produk Filter merupakan bagian kecil dari biaya sistem AHU, sedangkan beban listrik AHU dapat memberikan kontribusi terbesar per tahunnya. Sehingga filter dengan kualitas yang baik dibutuhkan untuk dapat mengurangi biaya yang dikeluarkan. Kami memastikan bahwa filter DEKATECH dengan kualitasnya memiliki service life yang tinggi sehingga mampu mengurangi biaya penggunaan energi anda.

5 Mekanisme penyaringan partikel udara dalam filter ULPA, HEPA, Medium, dan Pre-Filter

Sumber : Wikipedia

HEPA filter terbuat dari material serat fiber yang tersusun secara acak. Material fiber ini umumnya terbuat dari Polypropylene atau Fiberglass dengan diameter 0,5 hingga 2 micron (mikrometer). Material fiber ini membuat jalur-jalur kecil yang mana dilalui udara. Untuk partikel besar, proses penyaringan dapat terjadi seperti saringan dapur. Namun untuk partikel yang lebih kecil, proses penyaringan tidak memiliki mekanisme yang sama, hal ini dikarenakan partikel berukuran kecil tidak memiliki inersia yang cukup untuk dapat terjebak dalam serabut filter.

Tidak seperti ayakan dapur yang mana partikel dengan ukuran lebih kecil selalu dapat melewati lubang, HEPA filter didesain dengan beberapa prinsip agar dapat menangkap partikel dengan rentang ukuran tertentu.

Ini menjelaskan mengapa efisiensi dalam media filter selalu dijelaskan dalam bentuk probabilitas atau persentase kemungkinan. Tidak ada media filter yang memiliki tingkat penyaringan partikel udara hingga 100% karena setiap ukuran partikel memiliki prinsip kerja yang berbeda-beda.

Pada dasarnya terdapat dua jenis partikel dalam proses filtrasi udara: penyaringan partikel padat dan penyaringan partikel gas. Kedua jenis penyaringan partikel tersebut memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk mengurangi konsentrasi polutan udara. Partikel padat memiliki 4+1 prinsip penyaringan yaitu:

  • Pengayakan (Sieving)
  • Masa Inersia (Inertial Mass)
  • Intersepsi (Interception)
  • Difusi (Diffusion)

Sedangkan partikel gas dapat disairng menggunakan proses adsorbsi.

Pengayakan (Sieving)

Pengayakan merupakan mekanisme yang paling umum dalam filter udara. Sistem kerja dari mekanisme pengayakan sangat sederhana, bila partikel lebih besar dari celah media filter maka partikel tersebut akan terperangkap. Biasanya mekanisme ini berlaku pada partikel kroase atau debu berukuran besar (≥ 3-10 micron).

Masa Inersia / Tumbukan (Inertial Mass / Impaction)

Sumber : Wikipedia

Mekanisme Masa Inersia / Tumbukan pada umumnya berlaku bila partikel memiliki masa yang substansial. Sebuah partikel dengan kecepatannya bertumbukan dengan serat filter, partikel berukuran besar tidak mampu menghindari serat filter dengan mengikuti aliran udara sehingga terjebak dalam media filter. Proses penyaringan dengan masa inersia berlaku untuk partikel dengan ukuran sekitar 1 micron.

Intersepsi (Interception)

Sumber : Wikipedia

Cara kerja mekanisme ini yaitu saat sebuah partikel mengikuti aliran udara, serabut filter menarik debu dengan ukuran kecil. Partikel yang tertarik dan menempel pada media filter terjebak dalam serabut sehingga tidak dapat lolos dari tarikan media filter. Proses ini berlaku pada partikel dengan ukuran 0,3 micron.

Difusi (Diffusion)

Sumber : Wikipedia

Partikel dengan ukuran lebih kecil dari 0,3 micron ditangkap dengan prinsip difusi dalam HEPA filter. Prinsip difusi ini mirip dengan fenomena Brownian motion (pedesis) yang mana partikel bergerak secara acak sehingga meningkatkan kemungkinan terjebak dalam serabut filter. Mekanisme difusi disebabkan oleh partikel dalam udara (biasanya berukuran 0,1 micron atau lebih kecil) yang bertumbukan dengan molekul gas sehingga menyebabkan gerakan acak saat mengalir dalam udara.

Adsorbsi

Mekanisme adsorbsi biasanya bekerja untuk filter dengan material karbon. Karbon dalam filter memiliki area permukaan yang sangat luas yang mana berfungsi untuk menyerap molekul-molekul gas dengan prinsip kerja gaya tarik menarik antar partikel. Prinsip ini biasa dikenal dengan gaya Van Der Wall’s yang mirip dengan gravitasi bumi.

Demikian penjelasan dari kami mengenai 4+1 prinsip kerja utama dari media filter. Semoga anda dapat memahami penjelasan dalam artikel kami. Bila anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai cara kerja produk filter DEKATECH, jangan ragu untuk menghubungi tim kami dengan menekan tombol di bawah ini. Terima kasih 🙂

Sumber

503235_shutterstock_304365986_995569_crop

Mengenal Pressure Drop dan Final Resistance dalam Filter Udara HVAC

Semua jenis filter udara seperti Pre-Filter, HEPA, Dust Collector, dan sebagainya menyebabkan perbedaan tekanan udara. Terdapat berbagai macam faktor yang menyebabkan perbedaan tekanan udara. Perbedaan ini disebut dengan Pressure Drop.

Apa yang dimaksud dengan pressure drop?

Dalam konteks filter industri, Pressure Drop merupakan perbedaan tekanan udara pada dua titik yang disebabkan oleh filter. Pressure drop dan efisiensi filter merupakan dua hal yang berbanding lurus, semakin rendah efisiensi filter maka semakin rendah pressure dropnya, sedangkan semakin tinggi efisiensi filter maka semakin tinggi juga pressure dropnya.

Apa yang dimaksud dengan Initial pressure drop?

Initial pressure drop, atau yang sering disebut sebagai initial resistance, merupakan pressure drop yang disebabkan oleh filter baru yang belum pernah dipakai. Initial pressure drop dari setiap filter beragam tergantung dari efisiensi yang dimiliki filter tersebut. Volume udara yang dialirkan juga memengaruhi initial pressure drop dari suatu filter, semakin tinggi volume udaranya maka semakin tinggi juga initial pressure dropnya

Apa yang dimaksud dengan final pressure drop?

Final pressure drop, atau yang sering disebut sebagai final resistance, merupakan pressure drop saat filter sebaiknya diganti. Setelah filter digunakan, partikel debu akan terkumpul secara perlahan dan semakin mempersulit aliran udara untuk mengalir, hal ini menyebabkan meningkatnya pressure drop. Menggunakan filter setelah melewati final pressure drop akan menyebabkan turunnya performa filter dan memaksa blower untuk bekerja lebih keras agar bisa mengalirkan volume udara yang sama. Hal ini dapat meningkatkan resiko dari kerusakan perangkat.

Bagaimana cara mengetahui Initial Pressure Drop dan Final Pressure drop dari suatu filter?

Initial dan final pressure drop dapat ditemukan pada spesifikasi filter. Pre filter, Medium, dan HEPA memiliki pressure drop yang berbeda-beda. Biasanya untuk filter AHU diletakkan pada stiker bagaian samping filter udara, sedangkan untuk tipe filter lainnya tertera dalam spec sheet. Volume udara juga disebutkan pada Initial Pressure Drop tertentu. Berikut ini merupakan tabel pedoman umum dari pressure drop suatu filter:

Kelas Efisiensi FilterFinal Pressure
G2 – G3 Croase Filter100 – 150
G4150 – 200
F5 – F6150 – 250
F7 – F9250 – 400
H10 – H11 / E10 – E11250 – 450
H12 – H14400 – 600
Tabel 1 : Kelas Efisiensi dan Final Pressure yang umum digunakan

Perlu diperhatikan selain kelas efisiensi filter, terdapat berbagai macam faktor yang menentukan Final Pressure dari suatu filter.

Faktor yang memengaruhi initial dan final resistance dari suatu filter udara

  • Efisiensi filter udara
  • Kekuatan dari filter udara
  • Perubahan efisiensi selama penggunaan
  • Volume udara
  • Konsumsi energi
  • Biaya pergantian filter
  • Final Pressure Drop yang umum digunakan dalam filter udara

Kesimpulan

Initial dan final pressure drop merupakan bagian penting dari filter udara. Initial Pressure Drop menjelaskan tekanan udara awal saat filter dipasang, sedangkan Final Pressure Drop menjelaskan tekanan udara saat filter sebaiknya diganti.

415EN1822

Tingkatan Kelas Efisiensi Filter EPA, HEPA, dan ULPA Menurut EN1822

Terdapat berbagai jenis standar efisiensi dalam filter udara. Filter udara ULPA, HEPA, dan EPA memiliki tingkat filtrasinya masing-masing. Salah satu dari standar filtrasi yang paling banyak digunakan secara internasional dalam industri adalah EN1822.

Tentang EN1822

EN1822 dikembangkan oleh institusi standardisasi di Eropa sekitar tahun 1998. EN1822 merupakan standar pertama yang mana dibangun berdasarkan klasifikasi sistem filter untuk HEPA filter berdasarkan teori proses filtrasi. Standar ini diaplikasikan untuk filter udara dengan tingkat efisiensi tinggi dan sangat tinggi dengan penetrasi ultra-rendah (EPA, HEPA, dan ULPA) yang digunakan dalam berbagai macam bidang seperti ventilasi, pendingin ruangan, ruangan clean room, dan farmasi.

Standar filtrasi EN1822 juga mengenalkan kriteria evaluasi MPPS (Most Penetrating Particle Size). MPPS merupakan ukuran partikel dimana filter udara memiliki arestensi terkecil. 

Tabel di bawah ini merupakan berbagai kelas untuk filter efisiensi tinggi menurut EN1822 serta perbandingannya dengan standar ISO29463:

Fungsi Dari EN1822

Berikut ini merupakan fungsi dari standar efisiensi EN1822:

  1. Menilai efisiensi dari media filter. Dengan menggunakan partikel contractor, jumlah dan ukuran partikel yang terjebak dalam filter dapat ditentukan. Setelah melalui proses data ukuran dari partikel, nilai penyaringan terkecil dapat ditentukan. Ukuran terkecil ini disebut sebagai MPPS.
  2. Mengecek tingkat kebocoran dari media filter. Tes dilakukan dengan alat uji yang dapat digeser pada seluruh permukaan filter untuk mendapatkan nilai efisiensi dari tiap bagian filter (local value), yang mana digunakan untuk menentukan nilai efisiensi filter secara keseluruhan (integral value). Hal ini dapat digunakan untuk mengecek bagian filter yang mengalami kebocoran.
  3. Menentukan nilai integral dari media filter. Pertama dilakukan pengukuran dari pressure drop berdasarkan kecocokan volume udara yang mengalir dengan rating yang tertera pada filter. Kemudian dengan aerosol generator efisiensi MPPS suatu filter dapat ditentukan. Berdasarkan nilai efisiensi inilah kelas filter dapat ditentukan berdasarkan hasil laporan pengujian.